Kemendikbud Siapkan Rp20 Milliar untuk Beasiswa Guru

Terbit pada .

5Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan dana Rp20 milliar untuk pembebasan biaya studi bagi guru yang belajar di Universitas Terbuka (UT) di daerah tertinggal. 
Dana tersebut berasal dari anggaran Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk Universitas Terbuka (UT) dengan total anggaran Rp100 milliar. 


"Dana ini untuk memberikan layanan khusus bagi guru yang berada di daerah terdepan, terluar, tertinggal dan terpencil,"

ujar Mohammad Nuh saat jumpa pers tentang BOPTN di Kantor Kemendikbud, Senayan, Senin (22/04), Jakarta. 


Menurutnya, anggaran ini mengambil 20 persen dari total anggaran BOPTN UT yang berjumlah 100 milliar digunakan untuk guru-guru menyelesaikan S1/D4 secara gratis. "Beasiswa ini pokoknya untuk memberikan akses," katanya. 


Nuh mengharapkan beberapa tahun ke depan beasiswa seperti ini bisa bertambah untuk mengcover di daerah tertinggal. Beasiswa BOPTN ini digunakan untuk kurun waktu satu tahun. "20 M atau 30 Milliar," katanya. 


Selain itu, menurutnya, dana BOPTN akan cair pada tanggal 24 April. "Kemarin sudah ketemu dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, beliau bilang oke dibereskan," katanya. 


M Nuh mengatakan program beasiswa ini merupakan amanat Undang-undang Guru dan Dosen dimana ditetapkan pada tahun akhir 2015 minimal semua guru harus bergelar S1 dan D4. 
Dalam pelaksanaannya, guru yang belajar di UT daerah tertinggal akan menerima 4.8 juta pertahun dari anggaran 20 milliar ini.

Total guru yang akan menerima beasiswa BOPTN ini berjumlah 4139 guru. Total jumlah mahasiswa UT saat ini yaitu 493.000 mahasiswa.
Data Kemendikbud tahun 2012, baru 75 persen guru yang memenuhi kualifikasi S1 atu D4 dari total 2,7 juta guru yang ada.

Sumber: www.jurnas.com