• w1

    Workshop “From Silicon Valley to Indonesia: Teaching and Learning with Technology”

    Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Balitbang Kemendikbud) menyelenggarakan Workshop
  • gb1

    Hari Purbakala Nasional

    Dalam rangka memperingati Hari Purbakala Nasional, yang jatuh pada tanggal 14 Juni, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas) Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan Balai Arkeologi se-Indonesia memperkenalkan video grafis Rumah Peradaban sebagai media interaksi membumikan hasil penelitian...
  • Harmoni bersama masyarakat

    Balitbang Kemendikbud Gelar Acara Harmoni Bersama Masyarakat

    Warga Antusias dan Puas Mendapat informasi dan Layanan Pendidikan dan Kebudayaan. Bertempat di samping Gedung FX Jl.Jendral Sudirman, dengan memanfaatkan momentun Car Free Day, Balitbang Kemendikbud menyelenggarakan acara Harmoni Bersama Masyarakat, Ahad, 22 Mei 2016
  • Buku
    Sabtu, 6 Agustus 2016
    Buku Kurikulum 2013
    Dibeli Secara Daring..
  • Gunakan
    Senin, 1 Agustus 2016
    Gunakan Teknologi
    untuk Mendukung..
  • Workshop
    Rabu, 27 Juli 2016
    Workshop “From
    Valley to...
  • Peserta
    Rabu, 20 Juli 2016
    Peserta Simposium
    Internasional Austronesia...
  • Mendikbud
    Rabu, 20 Juli 2016
    Mendikbud Berikan
    Penghargaan kepada...
  • Logo
    Rabu, 18 Juni 2016
    Logo HUT RI ke-71
    Kemerdekaan RI
  • Hari
    Rabu, 14 Juni 2016
    Hari Purbakala
    Nasional
  • Balitbang
    Rabu, 22 Mei 2016
    Balitbang Kemendikbud
    Gelar Acara...

logo 71

sipp1 simdpk kurikulum1 jurnal1 sm1 pnf1 un1

Menurut Mari Pangestu, saat ini film bergenre anak-anak masih kurang, padahal film anak-anak sangat dibutuhkan untuk saat ini. Film sangat bermanfaat guna membangun karakter anak sejak dini, apalagi sekarang serbuan film impor, khususnya Hollywood semakin marak.

"Saya menyarankan bagi sineas untuk terus melakukan riset demi perbaiki perfilman nasional setiap tahap. Saya memahami membuat film itu cukup panjang, mulai riset, pilih lokasi terbaik, dalami karakter, harus latihan dan sebagainya untuk mencapai tema terbaik. Dengan begitu, film Indonesia kiranya dapat berkompetisi dengan film dari luar bila adanya riset yang mendalam karena hasilnya akan sangat memuaskan secara kualitas," kata Mari Pangestu.

Mari Pangestu mencontohkan, sutradara Hollywood, Michael Mann. Ia melakukan riset untuk membuat sebuah film action dan hal itu membutuhkan waktu yang cukup lama.

Namun demikian, meski film-film bergenre anak masih minim, Mari Pangestu sangat mengapresiasi para sineas film Tanah Air yang semakin berkreasi dan mampu membuat cerita yang menarik dalam menciptakan film. Berdasarkan data, hingga bulan April 2013 tercatat 38 film nasional telah diproduksi dan tayang di bioskop-bioskop Tanah Air.

"Ini adalah kemajuan dari tahun lalu di periode yang sama, yakni 26 film nasional yang diproduksi. Saya berharap kemajuan ini dapat mendongkrak lagi perfilman nasional dan bisa mencapai lebih dari 100 film nasional, sebab tahun lalu ada 96 film nasional telah diproduksi hingga akhir tahun," katanya.

Adapun film berkualitas yang baru saja beredar di dalam negeri adalah film ”9 Summer 10 Autums”. Film ini menjadi contoh yang baik. Film besutan sutradara Ifa Isfansyah ini menurut Mari Pangestu dapat menginspirasi banyak pihak yang menontonnya karena diangkat dari kisah nyata. Film yang mengambil lokasi syuting di kota Batu Malang, Bogor, Jakarta, dan New York ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata nusantara (wisnus) ke kota Batu, Malang.

"Film ini adalah sebagai salah satu produk kreatif yang dapat mendukung laju perekonomian di kota tujuan wisata. Film "9 Summers 10 Autumns" merupakan salah satu film Indonesia yang berkualitas. Selain sisi pendidikan dan nilai kekeluargaan, film itu juga bisa menjadi salah satu alat mempromosikan pariwisata kota Batu," kata Mari Pangestu.


Sementara itu, Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Ahman Sya mengatakan, bahwa untuk mendukung perfilman nasional kementerian telah membuat beberapa kebijakan dalam mengembangkan perfilman nasional sebagai produk kreatif.


"Kami akan memberikan dukungan dan siap mengalokasikan biaya jika ada sutradara yang mau membuat film-film nasional yang dapat menampilkan kebudayaan dan dapat mempromosikan objek wisata di daerahnya. Selain itu kami juga memfasilitasi film bergenre anak yang memiliki cerita dapat menumbuhkan karakter," kata Ahman.

Sumber: www.jurnas.com

INFOGRAFIS

  • UN-2016-Fix-1
  • Infografis-Seleksi-Pemimpin-Kemdikbud-1
  • panduansingkat
  • Kemdikbud-FA IIUN-Ads-01---23.1x20cm

Warta Balitbang

  • 2016 1
  • juni2015
  • September

Asesmen

  • ases1
  • ases2
  • ases3
  • ases4