• Bagian
    Kamis, 23 Februari 2017
    Bagian dari UN, Siswa
    SMK Mulai Jalani UKK
  • Mendikbud:
    Senin, 13 Februari 2017
    Mendikbud: Kehumasan dan
    Informasi Penting dalam..
  • Masukan
    Minggu, 12 Februari 2017
    Masukan Masyarakat tentang
    Buku Pelajaran Dapat..
  • Perlunya
    Sabtu, 11 Februari 2017
    Perlunya Koordinasi Antara
    Asesor Akreditasi Pendidikan..
  • Jangkau
    Sabtu, 11 Februari 2017
    Jangkau Penjaminan Mutu
    PAUD PNF, 10.000 Kuota..
  • Mendikbud
    Sabtu, 11 Februari 2017
    Mendikbud Apresiasi
    Capaian Layanan Badan..
  • Tidak
    Rabu, 8 Februari 2017
    Tidak Ada Ujian
    Nasional Perbaikan (UNP)..
  • Mendikbud:
    Senin, 6 Februari 2017
    Mendikbud: Gunakan Data
    Akreditasi sebagai Dasar..

logo 71

sipp1 kurikulum1 buku jurnal3 sm1 paudpnf un1 rp

Menurut Mari Pangestu, saat ini film bergenre anak-anak masih kurang, padahal film anak-anak sangat dibutuhkan untuk saat ini. Film sangat bermanfaat guna membangun karakter anak sejak dini, apalagi sekarang serbuan film impor, khususnya Hollywood semakin marak.

"Saya menyarankan bagi sineas untuk terus melakukan riset demi perbaiki perfilman nasional setiap tahap. Saya memahami membuat film itu cukup panjang, mulai riset, pilih lokasi terbaik, dalami karakter, harus latihan dan sebagainya untuk mencapai tema terbaik. Dengan begitu, film Indonesia kiranya dapat berkompetisi dengan film dari luar bila adanya riset yang mendalam karena hasilnya akan sangat memuaskan secara kualitas," kata Mari Pangestu.

Mari Pangestu mencontohkan, sutradara Hollywood, Michael Mann. Ia melakukan riset untuk membuat sebuah film action dan hal itu membutuhkan waktu yang cukup lama.

Namun demikian, meski film-film bergenre anak masih minim, Mari Pangestu sangat mengapresiasi para sineas film Tanah Air yang semakin berkreasi dan mampu membuat cerita yang menarik dalam menciptakan film. Berdasarkan data, hingga bulan April 2013 tercatat 38 film nasional telah diproduksi dan tayang di bioskop-bioskop Tanah Air.

"Ini adalah kemajuan dari tahun lalu di periode yang sama, yakni 26 film nasional yang diproduksi. Saya berharap kemajuan ini dapat mendongkrak lagi perfilman nasional dan bisa mencapai lebih dari 100 film nasional, sebab tahun lalu ada 96 film nasional telah diproduksi hingga akhir tahun," katanya.

Adapun film berkualitas yang baru saja beredar di dalam negeri adalah film ”9 Summer 10 Autums”. Film ini menjadi contoh yang baik. Film besutan sutradara Ifa Isfansyah ini menurut Mari Pangestu dapat menginspirasi banyak pihak yang menontonnya karena diangkat dari kisah nyata. Film yang mengambil lokasi syuting di kota Batu Malang, Bogor, Jakarta, dan New York ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata nusantara (wisnus) ke kota Batu, Malang.

"Film ini adalah sebagai salah satu produk kreatif yang dapat mendukung laju perekonomian di kota tujuan wisata. Film "9 Summers 10 Autumns" merupakan salah satu film Indonesia yang berkualitas. Selain sisi pendidikan dan nilai kekeluargaan, film itu juga bisa menjadi salah satu alat mempromosikan pariwisata kota Batu," kata Mari Pangestu.


Sementara itu, Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Ahman Sya mengatakan, bahwa untuk mendukung perfilman nasional kementerian telah membuat beberapa kebijakan dalam mengembangkan perfilman nasional sebagai produk kreatif.


"Kami akan memberikan dukungan dan siap mengalokasikan biaya jika ada sutradara yang mau membuat film-film nasional yang dapat menampilkan kebudayaan dan dapat mempromosikan objek wisata di daerahnya. Selain itu kami juga memfasilitasi film bergenre anak yang memiliki cerita dapat menumbuhkan karakter," kata Ahman.

Sumber: www.jurnas.com

INFOGRAFIS

  • UN-2016-Fix-1
  • Infografis-Seleksi-Pemimpin-Kemdikbud-1
  • panduansingkat
  • Kemdikbud-FA IIUN-Ads-01---23.1x20cm

Warta Balitbang

  • wb3 web.jpg
  • wb22016
  • 2016 1
  • juni2015

Asesmen

  • ases1
  • ases2
  • ases3
  • ases4