• Siswa
    Rabu, 4 Januari 2017
    Siswa Bisa Pilih
    Mata Pelajaran di UN..
  • UN
    Selasa, 27 Desember 2017
    UN 2017 Dilaksanakan dengan
    Berbasis Komputer,,
  • Tingkatkan
    Rabu, 14 Desember 2016
    Tingkatkan Mutu Pendidikan
    Kemendikbud Sosialisasikan...
  • Hasil
    Selasa, 6 Desember 2016
    Hasil Survei PISA:
    Peningkatan Capaian Indonesia...
  • Rapat
    Jumat, 2 Desember 2016
    Rapat Kerja Komisi X DPR
    dan Mendikbud...
  • Presiden
    Senin, 28 November 2016
    Presiden Jokowi : Guru..
    adalah Kunci Pembentukan..
  • Simposium
    Sabtu, 26 November 2016
    Simposium Bertema
    "Guru Mulia Karena Karya"..
  • Kemendikbud
    Sabtu, 25 November 2016
    Kemendikbud Gelar Upacara..
    Peringatan Hari Guru Nasional 2016

logo 71

sipp1 simdpk kurikulum1 jurnal1 sm1 pnf1 un1

Menurut Mari Pangestu, saat ini film bergenre anak-anak masih kurang, padahal film anak-anak sangat dibutuhkan untuk saat ini. Film sangat bermanfaat guna membangun karakter anak sejak dini, apalagi sekarang serbuan film impor, khususnya Hollywood semakin marak.

"Saya menyarankan bagi sineas untuk terus melakukan riset demi perbaiki perfilman nasional setiap tahap. Saya memahami membuat film itu cukup panjang, mulai riset, pilih lokasi terbaik, dalami karakter, harus latihan dan sebagainya untuk mencapai tema terbaik. Dengan begitu, film Indonesia kiranya dapat berkompetisi dengan film dari luar bila adanya riset yang mendalam karena hasilnya akan sangat memuaskan secara kualitas," kata Mari Pangestu.

Mari Pangestu mencontohkan, sutradara Hollywood, Michael Mann. Ia melakukan riset untuk membuat sebuah film action dan hal itu membutuhkan waktu yang cukup lama.

Namun demikian, meski film-film bergenre anak masih minim, Mari Pangestu sangat mengapresiasi para sineas film Tanah Air yang semakin berkreasi dan mampu membuat cerita yang menarik dalam menciptakan film. Berdasarkan data, hingga bulan April 2013 tercatat 38 film nasional telah diproduksi dan tayang di bioskop-bioskop Tanah Air.

"Ini adalah kemajuan dari tahun lalu di periode yang sama, yakni 26 film nasional yang diproduksi. Saya berharap kemajuan ini dapat mendongkrak lagi perfilman nasional dan bisa mencapai lebih dari 100 film nasional, sebab tahun lalu ada 96 film nasional telah diproduksi hingga akhir tahun," katanya.

Adapun film berkualitas yang baru saja beredar di dalam negeri adalah film ”9 Summer 10 Autums”. Film ini menjadi contoh yang baik. Film besutan sutradara Ifa Isfansyah ini menurut Mari Pangestu dapat menginspirasi banyak pihak yang menontonnya karena diangkat dari kisah nyata. Film yang mengambil lokasi syuting di kota Batu Malang, Bogor, Jakarta, dan New York ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata nusantara (wisnus) ke kota Batu, Malang.

"Film ini adalah sebagai salah satu produk kreatif yang dapat mendukung laju perekonomian di kota tujuan wisata. Film "9 Summers 10 Autumns" merupakan salah satu film Indonesia yang berkualitas. Selain sisi pendidikan dan nilai kekeluargaan, film itu juga bisa menjadi salah satu alat mempromosikan pariwisata kota Batu," kata Mari Pangestu.


Sementara itu, Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Ahman Sya mengatakan, bahwa untuk mendukung perfilman nasional kementerian telah membuat beberapa kebijakan dalam mengembangkan perfilman nasional sebagai produk kreatif.


"Kami akan memberikan dukungan dan siap mengalokasikan biaya jika ada sutradara yang mau membuat film-film nasional yang dapat menampilkan kebudayaan dan dapat mempromosikan objek wisata di daerahnya. Selain itu kami juga memfasilitasi film bergenre anak yang memiliki cerita dapat menumbuhkan karakter," kata Ahman.

Sumber: www.jurnas.com

INFOGRAFIS

  • UN-2016-Fix-1
  • Infografis-Seleksi-Pemimpin-Kemdikbud-1
  • panduansingkat
  • Kemdikbud-FA IIUN-Ads-01---23.1x20cm

Warta Balitbang

  • wb22016
  • 2016 1
  • juni2015
  • September

Asesmen

  • ases1
  • ases2
  • ases3
  • ases4