• w1

    Workshop “From Silicon Valley to Indonesia: Teaching and Learning with Technology”

    Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Balitbang Kemendikbud) menyelenggarakan Workshop
  • gb1

    Hari Purbakala Nasional

    Dalam rangka memperingati Hari Purbakala Nasional, yang jatuh pada tanggal 14 Juni, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas) Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan Balai Arkeologi se-Indonesia memperkenalkan video grafis Rumah Peradaban sebagai media interaksi membumikan hasil penelitian...
  • Harmoni bersama masyarakat

    Balitbang Kemendikbud Gelar Acara Harmoni Bersama Masyarakat

    Warga Antusias dan Puas Mendapat informasi dan Layanan Pendidikan dan Kebudayaan. Bertempat di samping Gedung FX Jl.Jendral Sudirman, dengan memanfaatkan momentun Car Free Day, Balitbang Kemendikbud menyelenggarakan acara Harmoni Bersama Masyarakat, Ahad, 22 Mei 2016
  • Buku
    Sabtu, 6 Agustus 2016
    Buku Kurikulum 2013
    Dibeli Secara Daring..
  • Gunakan
    Senin, 1 Agustus 2016
    Gunakan Teknologi
    untuk Mendukung..
  • Workshop
    Rabu, 27 Juli 2016
    Workshop “From
    Valley to...
  • Peserta
    Rabu, 20 Juli 2016
    Peserta Simposium
    Internasional Austronesia...
  • Mendikbud
    Rabu, 20 Juli 2016
    Mendikbud Berikan
    Penghargaan kepada...
  • Logo
    Rabu, 18 Juni 2016
    Logo HUT RI ke-71
    Kemerdekaan RI
  • Hari
    Rabu, 14 Juni 2016
    Hari Purbakala
    Nasional
  • Balitbang
    Rabu, 22 Mei 2016
    Balitbang Kemendikbud
    Gelar Acara...

logo 71

sipp1 simdpk kurikulum1 jurnal1 sm1 pnf1 un1

"Itulah fungsi kendali dan fungsi peta yg diperoleh dari UN. Artinya, UN punya peran untuk membuat pembeda (diferensiasi). Kalau nilai sekolah semuanya 8 atau 9, terus gimana membedakan (kemampuan) nya?", kata Mendikbud saat memberikan konferensi pers di Kantor Kemdikbud, Jumat (31/05).

Dari 48.893 sekolah peserta UN terdapat 44.915 atau sekitar 91,86 persen sekolah berhasil meluluskan 100 persen siswanya. Ada beberapa sekolah yang meraih nilai rata-rata UN murni lebih tinggi dari nilai rata-rata sekolah. "Kami beri penghargaan tinggi kepada sekolah-sekolah yang rata-rata nilai UN murninya lebih tinggi dari rata-rata nilai sekolah," kata beliau. Namun di sisi lain ada 10 sekolah peserta UN yang semua siswanya tidak lulus.

Peserta, Sekolah, dan Provinsi dengan Rerata Nilai UN Murni Tertinggi

Duabelas peserta ujian peraih nilai tertinggi adalah:

  1. Stella Angelina, dari SMP Kasih Karunia, Kota Jak-Bar, DKI Jakarta, dengan nilai 9.90;
  2. Petra Julian Abigail, dari SMP Tarakanita 4, Kota Jaka-Tim, DKI Jakarta (9.90);
  3. Anak Agung Ayu Vira Sonia, SMP N 1 Denpasar, Kota Denpasar,(9.90);
  4. Jessica Jane, SMP Kristen 1 BPK Penabur, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta (9.89);
  5. Shofiya Qurrotu A'yunin, MTS N 1 Malang, Kota Malang, Jakarta Timur (9.85);
  6. Cahaya Carla Bangsawan, SMP N 2 Kota Bandar Lampung, Lampung (9.85);
  7. Kirana Widiani Lestari, SMP Negeri 85, Kota Jak-Sel, DKI Jakarta (9.84);
  8. Setiati Nur Chasanah, SMP N 1 Magelang, Kota Magelang, Jawa Tengah (9.84);
  9. Maratus Solichah, SMP N 1 Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (9.84);
  10. Farrell Gerard Adeovinson Rey, SMP Masehi Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (9.84);
  11. Juligo Al Paraby Saragih, SMP Swasta Al-Muslimin Pandan. Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (9.84); dan
  12. Biani Masita Himawan, SMP N 1 Denpasar, Kota Denpasar, Bali dengan nilai 9.84.

Sepuluh SMP/MTs dengan rerata nilai tertinggi adalah:

  1. SMPN 1 Magelang, Jawa Tengah dengan rerata nilai 9,14;
  2. SMPN 115 Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta (9,11);
  3. SMP Labschool Kebayoran, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta (9,08);
  4. SMPN 1 Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (9,06);
  5. SMPN 1 Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (9,05);
  6. SMPN 1 Denpasar, Kota Denpasar, Bali (9,05);
  7. SMP Kanisius, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta (9,03);
  8. SMP K 2 Penabur, Kota Jakarta Pusat (9,01);
  9. SMPN 49 Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta (8,98); dan
  10. SMPN 1 Surabaya, Jawa Timur dengan rerata nilai 8,97.

Sepuluh Provinsi dengan rerata nilai tertinggi adalah:

  1. DKI Jakarta dengan rerata nilai 7,50;
  2. Sumatera Utara (7,10);
  3. Sumatera Selatan (6,75);
  4. Papua Barat (6,67);
  5. Jawa Timur (6,61;
  6. Kalimantan Tengah (6,55);
  7. Bali (6,45);
  8. Nusa Tenggara Barat (6,44);
  9. Kalimantan Selatan (6,42);
  10. Daerah Istimewa Yogyakarta dengan rerata nilai 6,39.

Akan Kemana yang Tidak Lulus UN?

Dari 16.616 peserta ujian atau sekitar 0,45 persen yang dinyatakan tidak lulus terbagi ke dalam dua kelompok. Sebanyak 16.593 peserta ujian yang tidak lulus dikarenakan rerata nilai akhirnya kurang dari 5,5. Sedangkan 23 peserta ujian lainnya tidak lulus dikarenakan ada salah satu mata pelajaran yang nilainya kurang dari 4.

Bagi para peserta didik yang tidak lulus UN masih memiliki kesempatan lulus dengan mengikuti ujian Paket B. Ujian Paket B adalah ujian melalui jalur pendidikan nonformal. Para lulusannya dapat melanjutkan pendidikan ke jalur formal pada jenjang SMA dan sederajat.

“Bagi yang belum berhasil atau belum lulus tidak boleh putus asa. Masih ada kesempatan yaitu ikut Paket B, sehingga masih bisa mendaftar masuk di SMA. Kami ingin mendorong supaya bisa ikut Paket B supaya tidak putus sekolah,” demikian kata Mendikbud. (MS/DD)

INFOGRAFIS

  • UN-2016-Fix-1
  • Infografis-Seleksi-Pemimpin-Kemdikbud-1
  • panduansingkat
  • Kemdikbud-FA IIUN-Ads-01---23.1x20cm

Warta Balitbang

  • 2016 1
  • juni2015
  • September

Asesmen

  • ases1
  • ases2
  • ases3
  • ases4