• Peran Media Televisi Swasta Berjaringan Lokal Dalam Ketahanan Budaya Masyarakat
    Sabtu, 22 November 2014
    Peran Media Televisi
    Swasta Berjaringan Lokal...
  • Perekayasa diharapkan dapat Memberikan Hasil yang Bermanfaat pada Instansinya
    Jumat, 21 November 2014
    Perekayasa diharapkan
    dapat Memberikan Hasil...
  • Pelatihan Pembuatan Website Sekolah Balitbang Memasuki Angkatan ke-11
    Jumat, 21 November 2014
    Pelatihan Pembuatan
    Website Sekolah...
  • Raker Perdana Mendikbud dengan DPD RI Sepakati Penguatan Koordinasi Dalam Layanan Pendidikan
    Kamis, 20 November 2014
    Raker Perdana Mendikbud
    dengan DPD RI Sepakati...
  • 'Mendikbud Anies : Perbaiki Metode Mengajar'
    Jumat, 14 November 2014
    Mendikbud Anies:
    Perbaiki Metode Mengajar
  • Pengembangan Kurikulum 2013 Untuk PKLK (Pendidikan Khusus Layanan Khusus)
    Kamis, 13 November 2014
    Pengembangan Kurikulum
    2013 Untuk PKLK...
  • Empat Peneliti Raih Habibie Award 2014
    Kamis, 13 November 2014
    Empat Peneliti Raih
    Habibie Award 2014
  • 51 Web Sekolah/Madrasah Baru Terlahir Melalui Pelatihan Online (PPWS Online Angkatan ke - 10)
    Selasa, 11 November 2014
    51 Web Sekolah/
    Madrasah Baru Terlahir...
  • Revolusi Mental sebagai Strategi Kebudayaan
    Jumat, 31 Oktober 2014
    Revolusi Mental
    sebagai Strategi...
rakornasppwskpk
kurikulum2013
radio
rumahbelajar
tvedukasi
bannerjurnal
pnri
banner1
banner2
banner3

AGENDA
November 2014
M S S R K J S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 1 2 3 4 5 6

Mendikbud dan rombongan mengunjungi SMALB B Pangudi Luhur di Kembangan, Jakarta Barat, yang khusus menerima siswa tuna rungu. Siswa peserta UN di SMALB ini berjumlah 22 siswa. Mereka dibagi menjadi dua ruangan. Saat Mendikbud tiba di SMALB B Pangudi Luhur sekitar pukul 06.50 WIB, ujian nasional belum dimulai. Namun semua siswa sudah berada di dalam ruangan ujian dan tengah mempersiapkan diri mengulang pelajaran untuk menghadapi UN.

Mendikbud sempat berbincang santai dengan mereka. Dengan Annisa, misalnya, Mendikbud sempat melontarkan pertanyaan tentang arti dari beberapa peribahasa. Meski tuna rungu, Annisa dan teman-temannya tidak menggunakan bahasa isyarat. Mereka tetap berkomunikasi dengan bahasa verbal meski pengucapannya tidak sejelas mereka yang pendengarannya normal.

“Apa arti peribahasa tak ada gading yang tak retak?”, tanya Mendikbud kepada Annisa. Dijawab oleh Annisa, “Tidak ada manusia yang sempurna”. Mendikbud pun mengangguk sambil tersenyum. Kemudian ia bertanya lagi arti dari peribahasa ‘Sambil menyelam minum air’. “Dapat mengerjakan dua pekerjaan sekaligus,” jawab Annisa.

Mata pelajaran yang diujikan di hari pertama UN adalah Bahasa Indonesia. Karena itu Mendikbud memilih untuk berbincang ringan sambil membantu Annisa mempersiapkan diri menghadapi UN.

Selain Annisa, Mendikbud juga sempat berbincang dengan Kevin Leonard, siswa tuna rungu yang bercita-cita menjadi fotografer. Kevin pernah beberapa kali menjuarai olimpiade matematika tingkat nasional. Ia kini sudah diterima di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). “Sukses ya,” ujar Mendikbud.

Khusus untuk SMA LB, hanya ada tiga mata pelajaran yang diujikan dalam UN, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Berbeda dengan SMA umum yang menguji siswa untuk empat mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA atau IPS (sesuai jurusan siswa). Di SMA LB B Pangudi Luhur siswa tidak memilih jurusan IPA atau IPS. Jurusan yang ada adalah jurusan keterampilan, yaitu tata busana dan tata boga. (Desliana Maulipaksi)

Sumber: http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2396