• UN bukan satu-satunya penentu kelulusan
    Kamis, 28 Agustus 2014
    UN bukan satu-satunya
    penentu kelulusan
  • Ayo Kunjungi Pameran
    Kamis, 28 Agustus 2014
    Ayo Kunjungi Pameran
    "Rahasia Warisan...

  • Selasa, 26 Agustus 2014
    Kemdikbud Siapkan
    8 Arah Kebijakan...

  • Selasa, 26 Agustus 2014
    Lomojari SMP Terbuka
    dan LCT Program...
  • Media Apresiasi Mendikbud Netral
    Jumat, 22 Agustus 2014
    Media Apresiasi
    Mendikbud Netral
  • Komersialisasi buku K13 pelanggaran hak cipta
    Jumat, 22 Agustus 2014
    Komersialisasi
    buku K13 pelanggaran...
  • Pelatihan Pembuatan Website Sekolah Balitbang Memasuki Angkatan ke-8
    Kamis, 21 Agustus 2014
    Pelatihan Pembuatan
    Website Sekolah...
  • Kemdikbud patenkan karya mahasiswa pemenang PIMNAS
    Rabu, 20 Agustus 2014
    Kemdikbud patenkan
    karya mahasiswa...
  • Pemerintah terus berupaya tingkatkan kualitas pendidikan
    Selasa, 19 Agustus 2014
    Pemerintah terus
    berupaya tingkatkan...
  • Kepala Sekolah Bantu Guru Hadapi Kesulitan dengan Supervisi Akademik
    Selasa, 19 Agustus 2014
    Kepala Sekolah Bantu
    Guru Hadapi...
  • Mendikbud: Sejumlah terobosan untuk tingkatan akses berkeadilan
    Selasa, 19 Agustus 2014
    Mendikbud: Sejumlah
    terobosan untuk...
  • Penerapan Kurikulum 2013 pada Awal Tahun Pelajaran 2014/2015
    Rabu, 13 Agustus 2014
    Penerapan Kurikulum 2013
    pada Awal Tahun...
rakornas

ppws

kpk
kurikulum2013
intranet1
penjadwalanpegawai
bankdataprimer
jarlitdaerah1
inkinkun
pnri

banner1
banner2
banner3

AGENDA
Agustus 2014
M S S R K J S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

Mendikbud dan rombongan mengunjungi SMALB B Pangudi Luhur di Kembangan, Jakarta Barat, yang khusus menerima siswa tuna rungu. Siswa peserta UN di SMALB ini berjumlah 22 siswa. Mereka dibagi menjadi dua ruangan. Saat Mendikbud tiba di SMALB B Pangudi Luhur sekitar pukul 06.50 WIB, ujian nasional belum dimulai. Namun semua siswa sudah berada di dalam ruangan ujian dan tengah mempersiapkan diri mengulang pelajaran untuk menghadapi UN.

Mendikbud sempat berbincang santai dengan mereka. Dengan Annisa, misalnya, Mendikbud sempat melontarkan pertanyaan tentang arti dari beberapa peribahasa. Meski tuna rungu, Annisa dan teman-temannya tidak menggunakan bahasa isyarat. Mereka tetap berkomunikasi dengan bahasa verbal meski pengucapannya tidak sejelas mereka yang pendengarannya normal.

“Apa arti peribahasa tak ada gading yang tak retak?”, tanya Mendikbud kepada Annisa. Dijawab oleh Annisa, “Tidak ada manusia yang sempurna”. Mendikbud pun mengangguk sambil tersenyum. Kemudian ia bertanya lagi arti dari peribahasa ‘Sambil menyelam minum air’. “Dapat mengerjakan dua pekerjaan sekaligus,” jawab Annisa.

Mata pelajaran yang diujikan di hari pertama UN adalah Bahasa Indonesia. Karena itu Mendikbud memilih untuk berbincang ringan sambil membantu Annisa mempersiapkan diri menghadapi UN.

Selain Annisa, Mendikbud juga sempat berbincang dengan Kevin Leonard, siswa tuna rungu yang bercita-cita menjadi fotografer. Kevin pernah beberapa kali menjuarai olimpiade matematika tingkat nasional. Ia kini sudah diterima di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). “Sukses ya,” ujar Mendikbud.

Khusus untuk SMA LB, hanya ada tiga mata pelajaran yang diujikan dalam UN, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Berbeda dengan SMA umum yang menguji siswa untuk empat mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA atau IPS (sesuai jurusan siswa). Di SMA LB B Pangudi Luhur siswa tidak memilih jurusan IPA atau IPS. Jurusan yang ada adalah jurusan keterampilan, yaitu tata busana dan tata boga. (Desliana Maulipaksi)

Sumber: http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2396