• Ini Empat Kategori Baru dalam Penghargaan Kebudayaan Tahun 2015
    Jumat, 4 September 2015
    Ini Empat Kategori Baru
    dalam Penghargaan...
  • 44 Persen, Serapan Anggaran Kemendikbud per 31 Agustus 2015
    Jumat, 4 September 2015
    44 Persen, Serapan
    Anggaran Kemendikbud...
  • Robotic Day 2015, Bangun Kreativitas Bidang Teknologi
    Jumat, 4 September 2015
    Robotic Day 2015,
    Bangun Kreativitas Bidang...
  • Bahasa Inggris akademik untuk peneliti
    Kamis, 3 September 2015
    Bahasa Inggris akademik
    untuk peneliti
  • DIY kembangkan pembelajaran bahasa jawa berbasis teknologi
    Selasa, 1 September 2015
    DIY kembangkan pembelajaran
    bahasa jawa berbasis teknologi
  • Tingkatkan Kinerja dan Sinergitas melalui Forum Perekayasa
    Senin, 31 Agustus 2015
    Tingkatkan Kinerja dan
    Sinergitas melalui Forum...
  • Kemendikbud Dorong Standar Bangunan Sekolah yang Beragam
    Senin, 31 Agustus 2015
    Kemendikbud Dorong Standar
    Bangunan Sekolah yang...
  • Mendikbud Ajak Masyarakat Awasi Pengelolaan Pendidikan
    Senin, 31 Agustus 2015
    Mendikbud Ajak Masyarakat
    Awasi Pengelolaan Pendidikan
  • Penumbuhan Karakter Anak Mampu Hadapi Tantangan Masa Kini dan Masa Depan
    Minggu, 30 Agustus 2015
    Penumbuhan Karakter Anak
    Mampu Hadapi Tantangan...
Ujian Nasional
rakornas
rakornas
ppws
kpk
kurikulum2013
bannerjurnal
pnri
banner1
banner2
banner3

AGENDA
September 2015
M S S R K J S
30 31 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 1 2 3

Mendikbud dan rombongan mengunjungi SMALB B Pangudi Luhur di Kembangan, Jakarta Barat, yang khusus menerima siswa tuna rungu. Siswa peserta UN di SMALB ini berjumlah 22 siswa. Mereka dibagi menjadi dua ruangan. Saat Mendikbud tiba di SMALB B Pangudi Luhur sekitar pukul 06.50 WIB, ujian nasional belum dimulai. Namun semua siswa sudah berada di dalam ruangan ujian dan tengah mempersiapkan diri mengulang pelajaran untuk menghadapi UN.

Mendikbud sempat berbincang santai dengan mereka. Dengan Annisa, misalnya, Mendikbud sempat melontarkan pertanyaan tentang arti dari beberapa peribahasa. Meski tuna rungu, Annisa dan teman-temannya tidak menggunakan bahasa isyarat. Mereka tetap berkomunikasi dengan bahasa verbal meski pengucapannya tidak sejelas mereka yang pendengarannya normal.

“Apa arti peribahasa tak ada gading yang tak retak?”, tanya Mendikbud kepada Annisa. Dijawab oleh Annisa, “Tidak ada manusia yang sempurna”. Mendikbud pun mengangguk sambil tersenyum. Kemudian ia bertanya lagi arti dari peribahasa ‘Sambil menyelam minum air’. “Dapat mengerjakan dua pekerjaan sekaligus,” jawab Annisa.

Mata pelajaran yang diujikan di hari pertama UN adalah Bahasa Indonesia. Karena itu Mendikbud memilih untuk berbincang ringan sambil membantu Annisa mempersiapkan diri menghadapi UN.

Selain Annisa, Mendikbud juga sempat berbincang dengan Kevin Leonard, siswa tuna rungu yang bercita-cita menjadi fotografer. Kevin pernah beberapa kali menjuarai olimpiade matematika tingkat nasional. Ia kini sudah diterima di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). “Sukses ya,” ujar Mendikbud.

Khusus untuk SMA LB, hanya ada tiga mata pelajaran yang diujikan dalam UN, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Berbeda dengan SMA umum yang menguji siswa untuk empat mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA atau IPS (sesuai jurusan siswa). Di SMA LB B Pangudi Luhur siswa tidak memilih jurusan IPA atau IPS. Jurusan yang ada adalah jurusan keterampilan, yaitu tata busana dan tata boga. (Desliana Maulipaksi)

Sumber: http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2396