• Impor membuat SDM berkualitas tinggalkan Indonesia
    Senin, 25 Mei 2015
    Impor membuat SDM
    berkualitas tinggalkan...
  • 290 Peserta OSN Tingkat SMA/SMK Rebut Medali
    Sabtu, 23 Mei 2015
    290 Peserta OSN Tingkat
    SMA/SMK Rebut Medali...
  • Pameran Pendidikan dan Kebudayaan dalam Rangka Hardiknas dan OSN 2015 Dibuka
    Jumat, 22 Mei 2015
    Pameran Pendidikan dan
    Kebudayaan dalam Rangka...
  • Kemendikbud Dorong Sekolah Bina Guru Iptek
    Rabu, 20 Mei 2015
    Kemendikbud Dorong Sekolah
    Bina Guru Iptek
  • Indeks Integritas UN SMA/Sederajat Tingkat Kabupaten/Kota Diumumkan
    Selasa, 19 Mei 2015
    Indeks Integritas UN
    SMA/Sederajat Tingkat...
  • Kemendikbud Umumkan Tujuh Provinsi dengan Indeks Integritas Tertinggi dalam UN 2015
    Senin, 18 Mei 2015
    Kemendikbud Umumkan
    Tujuh Provinsi dengan...
  • Revolusi Mental Dimulai dari Sekolah, Kejujuran Dimulai dari UN
    Senin, 18 Mei 2015
    Revolusi Mental Dimulai
    dari Sekolah, Kejujuran...
  • Rerata Nilai UN 2015 Naik
    Jumat, 15 Mei 2015
    Rerata Nilai UN
    2015 Naik
  • Adhyaksa Dault tantang Pramuka Madrasah lawan korupsi
    Rabu, 13 Mei 2015
    Adhyaksa Dault tantang
    Pramuka Madrasah lawan...
Ujian Nasional
rakornas
rakornas
ppws
kpk
kurikulum2013
bannerjurnal
pnri
banner1
banner2
banner3

AGENDA
Mei 2015
M S S R K J S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

Mendikbud dan rombongan mengunjungi SMALB B Pangudi Luhur di Kembangan, Jakarta Barat, yang khusus menerima siswa tuna rungu. Siswa peserta UN di SMALB ini berjumlah 22 siswa. Mereka dibagi menjadi dua ruangan. Saat Mendikbud tiba di SMALB B Pangudi Luhur sekitar pukul 06.50 WIB, ujian nasional belum dimulai. Namun semua siswa sudah berada di dalam ruangan ujian dan tengah mempersiapkan diri mengulang pelajaran untuk menghadapi UN.

Mendikbud sempat berbincang santai dengan mereka. Dengan Annisa, misalnya, Mendikbud sempat melontarkan pertanyaan tentang arti dari beberapa peribahasa. Meski tuna rungu, Annisa dan teman-temannya tidak menggunakan bahasa isyarat. Mereka tetap berkomunikasi dengan bahasa verbal meski pengucapannya tidak sejelas mereka yang pendengarannya normal.

“Apa arti peribahasa tak ada gading yang tak retak?”, tanya Mendikbud kepada Annisa. Dijawab oleh Annisa, “Tidak ada manusia yang sempurna”. Mendikbud pun mengangguk sambil tersenyum. Kemudian ia bertanya lagi arti dari peribahasa ‘Sambil menyelam minum air’. “Dapat mengerjakan dua pekerjaan sekaligus,” jawab Annisa.

Mata pelajaran yang diujikan di hari pertama UN adalah Bahasa Indonesia. Karena itu Mendikbud memilih untuk berbincang ringan sambil membantu Annisa mempersiapkan diri menghadapi UN.

Selain Annisa, Mendikbud juga sempat berbincang dengan Kevin Leonard, siswa tuna rungu yang bercita-cita menjadi fotografer. Kevin pernah beberapa kali menjuarai olimpiade matematika tingkat nasional. Ia kini sudah diterima di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). “Sukses ya,” ujar Mendikbud.

Khusus untuk SMA LB, hanya ada tiga mata pelajaran yang diujikan dalam UN, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Berbeda dengan SMA umum yang menguji siswa untuk empat mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA atau IPS (sesuai jurusan siswa). Di SMA LB B Pangudi Luhur siswa tidak memilih jurusan IPA atau IPS. Jurusan yang ada adalah jurusan keterampilan, yaitu tata busana dan tata boga. (Desliana Maulipaksi)

Sumber: http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2396