Revolusi Mental Dimulai dari Sekolah, Kejujuran Dimulai dari UN

Terbit pada .

23
BERITA TERKAIT:

Makassar, Kemendikbud --- Menjadi harapan setiap warga negara Indonesia, menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang memiliki integritas tinggi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan revolusi mental, dan ini dapat dilakukan mulai dari bangku sekolah. Penanaman revolusi mental di bangku sekolah pun dapat dilakukan, minimal dari pelaksanaan ujian nasional (UN) yang berintegritas tinggi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan pada acara bincang-bincang bersama Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Sulawesi Selatan, dan media massa, di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (16/05/2015).

Mendikbud: rata-rata nilai Ujian Nasional naik 0,3 poin

Terbit pada .

22Jakarta (ANTARA News) - Rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) 2015 tingkat SMA/SMK/MA mengalami kenaikan sebanyak 0,3 poin dari tahun sebelumnya 61 menjadi 61,3.

"Rata-rata nilai UN mengalami kenaikan. Kekhawatiran dengan dihapuskannya UN sebagai penentu kelulusan akan membuat anak-anak malas belajar tidak terbukti," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat petang.

Rerata Nilai UN 2015 Naik

Terbit pada .

21
BERITA TERKAIT:
Mendikbud: rata-rata nilai Ujian Nasional naik 0,3 poin

Jakarta, Kemendikbud --- Hasil ujian nasional (UN) tahun pelajaran 2014/2015 diumumkan hari ini, Jumat, 15 Mei 2015. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, rerata nilai UN tahun ini naik sebesar 0,29 poin, dari 61,00 pada tahun lalu, menjadi 61,29 pada tahun ini.

Dalam jumpa pers mengenai hasil UN 2015,  Mendikbud mengatakan data rerata nilai UN yang naik ini menepis anggapan jika UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan, maka motivasi belajar para peserta didik menjadi turun.

Kunci Jawaban UN Baru Di-"generate" Setelah Pemindaian Lembar Jawaban Selesai untuk Proses Penilaian

Terbit pada .

13
BERITA TERKAIT:
Mendikbud: UN curang pengkhianatan pada moral

Jakarta, Kemendikbud --- Lembaran kunci jawaban ujian nasional (UN) yang ditemukan oleh Ombudsman di Medan, Sumatera Utara dipastikan bukan kunci jawaban yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Nizam, pada konferensi pers yang berlangsung di Posko Pengaduan UN Kantor Kemendikbud, Rabu (06/05/2015).

“Kunci jawaban UN baru di-generate setelah ujian selesai. Ketika lembar jawaban ujian nasional telah selesai dipindai semua untuk keperluan scoring,” kata Nizam.

Mendikbud: UN curang pengkhianatan pada moral

Terbit pada .

12Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) curang bukan saja tindak pidana tetapi juga pengkhianatan pada moral.

"Saya mempersilakan dan mendorong Ombudsman untuk melaporkan temuan tersebut kepada pihak yang berwajib untuk diproses secara hukum. Baik yang membocorkan atau membuat dan menyebarkan kunci jawaban UN, bukan saja merupakan tindak pidana tapi juga bentuk pengkhianatan terhadap moral," ujar Mendikbud dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu.

Hari Pertama UN SMP, Kemendikbud Tinjau Distribusi Naskah Soal di Subrayon Sejak Subuh

Terbit pada .

9
BERITA TERKAIT:

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang dipimpin Kepala Balitbang Kemendikbud, Furqon, melakukan sidak distribusi naskah ujian nasional (UN) di hari pertama penyelenggaraan UN SMP. Sidak dilakukan di SMPN 73 Jakarta yang merupakan sekolah Subrayon 12 di Jakarta. Salah satu tujuan sidak adalah memastikan kelancaran distribusi naskah ke sekolah-sekolah anggota subrayon dan memastikan tersegelnya naskah UN sebagai dokumen rahasia negara.

Kepala Balitbang Kemendikbud, Furqon mengatakan hingga menjelang dimulainya pelaksanaan UN SMP di hari pertama, tidak ada laporan kebocoran naskah UN. Kemendikbud juga telah menyiapkan naskah cadangan untuk mengantisipasi jika ada naskah soal yang rusak.

"Nggak akan ada bocor. Kalau yang rame-rame di internet, itu soal tahun lalu. Sudah saya cek," ujarnya di Gedung SMPN 73, Jakarta, Senin (04/05/2015).