• Mendikbud: Sekecil Apapun Peran Masyarakat Harus Dihargai
    Jumat, 24 Oktober 2014
    Mendikbud: Sekecil Apapun
    Peran Masyarakat Harus...
  • Tim Indonesia Raih The Best Team Work Award pada The 4th e-ICON World Contest
    Rabu, 22 Oktober 2014
    Tim Indonesia Raih
    The Best Team Work...
  • Pelatihan Pembuatan Website Sekolah Balitbang Memasuki Angkatan ke-10
    Selasa, 21 Oktober 2014
    Pelatihan Pembuatan
    Website Sekolah Balitbang...
  • Alhamdulillah, 67 Peserta PPWS Online Angkatan 9 dinyatakan Telah Memiliki Kemampuan Membuat Website Sekolah
    Senin, 20 Oktober 2014
    Alhamdulillah, 67 Peserta
    PPWS Online Angkatan 9...
  • Model Pembelajaran PDITT
    Selasa, 14 Oktober 2014
    Model Pembelajaran
    PDITT
  • 'Anak-anak Belajar dari Soft Copy Kurikulum 2013'
    Selasa, 14 Oktober 2014
    'Anak-anak Belajar dari
    Soft Copy Kurikulum 2013
  • Sastrawan Bicara Siswa Bertanya Ajak Siswa Budayakan Baca dan Tulis
    Senin, 13 Oktober 2014
    Sastrawan Bicara
    Siswa Bertanya Ajak...
  • Pagi Haru di Tampaksiring
    Minggu, 12 Oktober 2014
    Pagi Haru
    di Tampaksiring
  • Frankfurt Book Fair Menjadi Kebangkitan Intektual Indonesia
    Minggu, 12 Oktober 2014
    Frankfurt Book Fair
    Menjadi Kebangkitan...
rakornas

ppws

kpk
kurikulum2013
bannerjurnal
pnri

banner1
banner2
banner3

AGENDA
Oktober 2014
M S S R K J S
28 29 30 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 1

Medikbud mengatakan, penetapan jumlah sekolah pelaksana tersebut dilakukan tidak hanya berdasarkan pertimbangan akademik, tetapi juga ada pertimbangan-pertimbangan eksternal , yaitu variabel kesiapan. Salah satu kriteria sekolah yang diprioritaskan untuk menjalankan kurikulum ini adalah sekolah eks-RSBI dan sekolah dengan akreditasi A.

“Sekolah itu variabelnya lebar, dan orang ingin mendapatkan rasio keberhasilan yang tinggi. Oleh karena itu, kita rumuskan variabel kesiapan,” terang Mendikbud M. Nuh.

Mendikbud menjelaskan, pengumpulan data jumlah sekolah, siswa dan guru menggunakan beberapa instrumen. Data-data siswa diperoleh dengan menggunakan instrumen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berbasis siswa. Sedangkan guru dan sekolah dengan menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Pemilihan sekolah, kata Mendikbud, juga mempertimbangkan jarak lokasi dari bandar udara terdekat. Karena proses distribusi logistik mempunyai peran besar dalam menjamin pelaksanaan kurikulum 2013. Oleh karena itu, basis pemilihan sekolah pun tidak lagi berbasis kabupaten/kota, melainkan berbasis provinsi. “Jadi dimungkinkan tidak semua kabupaten kota ada (sekolah pelaksana Kurikulum 2013 – red),” ungkap Mendikbud.

Kemdikbud sendiri telah memiliki sistem yang bisa melihat lokasi sekolah, yang telah diintegrasikan dengan sistem google earth. “Kita sudah punya sistem monitoring di monitoring room. Kita tahu dimana lokasi sekolah, berapa jarak dari bandara, itu untuk mempertimbangkan distribusi logistik. Kita sudah sensus koordinat sekolahnya berapa,” jela M. Nuh.

Secara rinci Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan, untuk Sekolah Dasar (SD) Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 2.598 sekolah, melibatkan 15.629 guru, dan 341.630 siswa. Untuk SMP akan dilaksanakan di 1.521 sekolah, melibatkan 27.403 guru, dan 342.712 siswa. Sedang untuk SMA, Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 1.270 sekolah, 5.979 guru, dan 335.940 siswa. Dan untuk SMK, dilaksanakan di 1.021 sekolah, 7.102 guru, dan 514.783 siswa.

“Total keseluruhan pelaksana kurikulum 2013 adalah 6.410 sekolah, 56.113 guru, dan 1.535.065 siswa,” pungkas Mendikbud.

 

 

Sumber: http://setkab.go.id