• w1

    Workshop “From Silicon Valley to Indonesia: Teaching and Learning with Technology”

    Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Balitbang Kemendikbud) menyelenggarakan Workshop
  • gb1

    Hari Purbakala Nasional

    Dalam rangka memperingati Hari Purbakala Nasional, yang jatuh pada tanggal 14 Juni, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas) Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan Balai Arkeologi se-Indonesia memperkenalkan video grafis Rumah Peradaban sebagai media interaksi membumikan hasil penelitian...
  • Harmoni bersama masyarakat

    Balitbang Kemendikbud Gelar Acara Harmoni Bersama Masyarakat

    Warga Antusias dan Puas Mendapat informasi dan Layanan Pendidikan dan Kebudayaan. Bertempat di samping Gedung FX Jl.Jendral Sudirman, dengan memanfaatkan momentun Car Free Day, Balitbang Kemendikbud menyelenggarakan acara Harmoni Bersama Masyarakat, Ahad, 22 Mei 2016
  • Buku
    Sabtu, 6 Agustus 2016
    Buku Kurikulum 2013
    Dibeli Secara Daring..
  • Gunakan
    Senin, 1 Agustus 2016
    Gunakan Teknologi
    untuk Mendukung..
  • Workshop
    Rabu, 27 Juli 2016
    Workshop “From
    Valley to...
  • Peserta
    Rabu, 20 Juli 2016
    Peserta Simposium
    Internasional Austronesia...
  • Mendikbud
    Rabu, 20 Juli 2016
    Mendikbud Berikan
    Penghargaan kepada...
  • Logo
    Rabu, 18 Juni 2016
    Logo HUT RI ke-71
    Kemerdekaan RI
  • Hari
    Rabu, 14 Juni 2016
    Hari Purbakala
    Nasional
  • Balitbang
    Rabu, 22 Mei 2016
    Balitbang Kemendikbud
    Gelar Acara...

logo 71

sipp1 simdpk kurikulum1 jurnal1 sm1 pnf1 un1

Medikbud mengatakan, penetapan jumlah sekolah pelaksana tersebut dilakukan tidak hanya berdasarkan pertimbangan akademik, tetapi juga ada pertimbangan-pertimbangan eksternal , yaitu variabel kesiapan. Salah satu kriteria sekolah yang diprioritaskan untuk menjalankan kurikulum ini adalah sekolah eks-RSBI dan sekolah dengan akreditasi A.

“Sekolah itu variabelnya lebar, dan orang ingin mendapatkan rasio keberhasilan yang tinggi. Oleh karena itu, kita rumuskan variabel kesiapan,” terang Mendikbud M. Nuh.

Mendikbud menjelaskan, pengumpulan data jumlah sekolah, siswa dan guru menggunakan beberapa instrumen. Data-data siswa diperoleh dengan menggunakan instrumen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berbasis siswa. Sedangkan guru dan sekolah dengan menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Pemilihan sekolah, kata Mendikbud, juga mempertimbangkan jarak lokasi dari bandar udara terdekat. Karena proses distribusi logistik mempunyai peran besar dalam menjamin pelaksanaan kurikulum 2013. Oleh karena itu, basis pemilihan sekolah pun tidak lagi berbasis kabupaten/kota, melainkan berbasis provinsi. “Jadi dimungkinkan tidak semua kabupaten kota ada (sekolah pelaksana Kurikulum 2013 – red),” ungkap Mendikbud.

Kemdikbud sendiri telah memiliki sistem yang bisa melihat lokasi sekolah, yang telah diintegrasikan dengan sistem google earth. “Kita sudah punya sistem monitoring di monitoring room. Kita tahu dimana lokasi sekolah, berapa jarak dari bandara, itu untuk mempertimbangkan distribusi logistik. Kita sudah sensus koordinat sekolahnya berapa,” jela M. Nuh.

Secara rinci Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan, untuk Sekolah Dasar (SD) Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 2.598 sekolah, melibatkan 15.629 guru, dan 341.630 siswa. Untuk SMP akan dilaksanakan di 1.521 sekolah, melibatkan 27.403 guru, dan 342.712 siswa. Sedang untuk SMA, Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 1.270 sekolah, 5.979 guru, dan 335.940 siswa. Dan untuk SMK, dilaksanakan di 1.021 sekolah, 7.102 guru, dan 514.783 siswa.

“Total keseluruhan pelaksana kurikulum 2013 adalah 6.410 sekolah, 56.113 guru, dan 1.535.065 siswa,” pungkas Mendikbud.

 

 

Sumber: http://setkab.go.id 

INFOGRAFIS

  • UN-2016-Fix-1
  • Infografis-Seleksi-Pemimpin-Kemdikbud-1
  • panduansingkat
  • Kemdikbud-FA IIUN-Ads-01---23.1x20cm

Warta Balitbang

  • 2016 1
  • juni2015
  • September

Asesmen

  • ases1
  • ases2
  • ases3
  • ases4