• Pembuatan Soal UN Sesuai dengan Standar Prosedur yang Berlaku
    Pembuatan Soal UN
    Sesuai dengan Standar...
  • Mendikbud dukung anak Lapas untuk kuliah
    Mendikbud dukung
    anak Lapas untuk...
  • Mendikbud: Laksanakan Ujian Nasional Secara Jujur, dan Penuh Dedikasi
    Mendikbud:
    Laksanakan Ujian...
  • Mendikbud: UN Bagian dari Standar Nasional Pendidikan
    Mendikbud:
    UN Bagian dari...
  • Kepala Dinas Pendidikan Diminta Jalankan UN Dengan Penuh Kejujuran
    Kepala Dinas
    Pendidikan Diminta...
  • Rancang Desa Terapung, ITB Menangkan
    Rancang Desa Terapung,
    ITB Menangkan...
  • Kursus Bahasa Ingris Gratis Untuk Mahasiswa Bidik Misi
    Kursus Bahasa
    Ingris Gratis Untuk...
  • Program Beasiswa Presiden Diluncurkan Kemendikbud
    Program Beasiswa
    Presiden Diluncurkan...
  • Peduli Masa Depan, SMGR Gelar Lomba Cipta Lagu Anak
    Peduli Masa Depan,
    SMGR Gelar Lomba...
  • Penerima Bidik Misi Bisa Lanjut ke Pascasarjana
    Penerima Bidik
    Misi Bisa Lanjut ke...

  • Mendikbud:
    SMK Ponpes Siapkan...
  • UGM-UI-ITB buka peluang pertukaran mahasiswa
    UGM-UI-ITB
    buka peluang...
rakornas

ppws

kpk
kurikulum2013
intranet1
penjadwalanpegawai
bankdataprimer
jarlitdaerah1
inkinkun
banner1
banner2
banner3

AGENDA
April 2014
M S S R K J S
30 31 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 1 2 3

Medikbud mengatakan, penetapan jumlah sekolah pelaksana tersebut dilakukan tidak hanya berdasarkan pertimbangan akademik, tetapi juga ada pertimbangan-pertimbangan eksternal , yaitu variabel kesiapan. Salah satu kriteria sekolah yang diprioritaskan untuk menjalankan kurikulum ini adalah sekolah eks-RSBI dan sekolah dengan akreditasi A.

“Sekolah itu variabelnya lebar, dan orang ingin mendapatkan rasio keberhasilan yang tinggi. Oleh karena itu, kita rumuskan variabel kesiapan,” terang Mendikbud M. Nuh.

Mendikbud menjelaskan, pengumpulan data jumlah sekolah, siswa dan guru menggunakan beberapa instrumen. Data-data siswa diperoleh dengan menggunakan instrumen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berbasis siswa. Sedangkan guru dan sekolah dengan menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Pemilihan sekolah, kata Mendikbud, juga mempertimbangkan jarak lokasi dari bandar udara terdekat. Karena proses distribusi logistik mempunyai peran besar dalam menjamin pelaksanaan kurikulum 2013. Oleh karena itu, basis pemilihan sekolah pun tidak lagi berbasis kabupaten/kota, melainkan berbasis provinsi. “Jadi dimungkinkan tidak semua kabupaten kota ada (sekolah pelaksana Kurikulum 2013 – red),” ungkap Mendikbud.

Kemdikbud sendiri telah memiliki sistem yang bisa melihat lokasi sekolah, yang telah diintegrasikan dengan sistem google earth. “Kita sudah punya sistem monitoring di monitoring room. Kita tahu dimana lokasi sekolah, berapa jarak dari bandara, itu untuk mempertimbangkan distribusi logistik. Kita sudah sensus koordinat sekolahnya berapa,” jela M. Nuh.

Secara rinci Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan, untuk Sekolah Dasar (SD) Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 2.598 sekolah, melibatkan 15.629 guru, dan 341.630 siswa. Untuk SMP akan dilaksanakan di 1.521 sekolah, melibatkan 27.403 guru, dan 342.712 siswa. Sedang untuk SMA, Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 1.270 sekolah, 5.979 guru, dan 335.940 siswa. Dan untuk SMK, dilaksanakan di 1.021 sekolah, 7.102 guru, dan 514.783 siswa.

“Total keseluruhan pelaksana kurikulum 2013 adalah 6.410 sekolah, 56.113 guru, dan 1.535.065 siswa,” pungkas Mendikbud.

 

 

Sumber: http://setkab.go.id