• Bantuan Siswa Miskin dan peluangnya terhadap Pendidikan Siswa
    Jumat, 27 Maret 2015
    Bantuan Siswa Miskin
    dan peluangnya terhadap...
  • Tunjukkan Prestasi Terbaikmu Melalui Ujian Nasional yang Jujur
    Rabu, 25 Maret 2015
    Tunjukkan Prestasi Terbaikmu
    Melalui Ujian Nasional...
  • Melalui pelatihan secara online 67 Web Sekolah/Madrasah ikut meramaikan dunia maya
    Kamis, 19 Maret 2015
    Melalui pelatihan secara
    online 67 Web Sekolah...
  • 7.000 Guru PAUD Hadiri Sosialisasi Kurikulum 2013 PAUD
    Senin, 16 Maret 2015
    7.000 Guru PAUD
    Hadiri Sosialisasi...
  • Pencetakan Naskah UN SMA Hampir Selesai
    Sabtu, 14 Maret 2015
    Pencetakan Naskah UN
    SMA Hampir Selesai
  • Rektor PTN Sepakat Hasil UN Jadi Pertimbangan SNMPTN
    Jumat, 27 Februari 2015
    Rektor PTN Sepakat
    Hasil UN Jadi Pertimbangan...
  • Mendikbud Sampaikan Tiga Kerangka Strategis 2015-2019
    Rabu, 25 Februari 2015
    Mendikbud Sampaikan
    Tiga Kerangka Strategis...
  • Pelatihan Pembuatan Website Sekolah Balitbang Memasuki Angkatan ke-14
    Jumat, 20 Februari 2015
    Pelatihan Pembuatan
    Website Sekolah Balitbang...
  • Mendikbud Sosialisasikan Kebijakan Perubahan UN di Konkernas PGRI
    Senin, 27 Januari 2015
    Mendikbud Sosialisasikan
    Kebijakan Perubahan UN...
Ujian Nasional
rakornas
rakornas
ppws
kpk
kurikulum2013
bannerjurnal
pnri
banner1
banner2
banner3

AGENDA
Maret 2015
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

Medikbud mengatakan, penetapan jumlah sekolah pelaksana tersebut dilakukan tidak hanya berdasarkan pertimbangan akademik, tetapi juga ada pertimbangan-pertimbangan eksternal , yaitu variabel kesiapan. Salah satu kriteria sekolah yang diprioritaskan untuk menjalankan kurikulum ini adalah sekolah eks-RSBI dan sekolah dengan akreditasi A.

“Sekolah itu variabelnya lebar, dan orang ingin mendapatkan rasio keberhasilan yang tinggi. Oleh karena itu, kita rumuskan variabel kesiapan,” terang Mendikbud M. Nuh.

Mendikbud menjelaskan, pengumpulan data jumlah sekolah, siswa dan guru menggunakan beberapa instrumen. Data-data siswa diperoleh dengan menggunakan instrumen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berbasis siswa. Sedangkan guru dan sekolah dengan menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Pemilihan sekolah, kata Mendikbud, juga mempertimbangkan jarak lokasi dari bandar udara terdekat. Karena proses distribusi logistik mempunyai peran besar dalam menjamin pelaksanaan kurikulum 2013. Oleh karena itu, basis pemilihan sekolah pun tidak lagi berbasis kabupaten/kota, melainkan berbasis provinsi. “Jadi dimungkinkan tidak semua kabupaten kota ada (sekolah pelaksana Kurikulum 2013 – red),” ungkap Mendikbud.

Kemdikbud sendiri telah memiliki sistem yang bisa melihat lokasi sekolah, yang telah diintegrasikan dengan sistem google earth. “Kita sudah punya sistem monitoring di monitoring room. Kita tahu dimana lokasi sekolah, berapa jarak dari bandara, itu untuk mempertimbangkan distribusi logistik. Kita sudah sensus koordinat sekolahnya berapa,” jela M. Nuh.

Secara rinci Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan, untuk Sekolah Dasar (SD) Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 2.598 sekolah, melibatkan 15.629 guru, dan 341.630 siswa. Untuk SMP akan dilaksanakan di 1.521 sekolah, melibatkan 27.403 guru, dan 342.712 siswa. Sedang untuk SMA, Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 1.270 sekolah, 5.979 guru, dan 335.940 siswa. Dan untuk SMK, dilaksanakan di 1.021 sekolah, 7.102 guru, dan 514.783 siswa.

“Total keseluruhan pelaksana kurikulum 2013 adalah 6.410 sekolah, 56.113 guru, dan 1.535.065 siswa,” pungkas Mendikbud.

 

 

Sumber: http://setkab.go.id