• Hari Guru Nasional 2014 dan HUT PGRI Ke-69 Guru, Kunci Pencapaian Revolusi Mental
    Senin, 24 November 2014
    Hari Guru Nasional 2014
    dan HUT PGRI Ke-69...
  • Peran Media Televisi Swasta Berjaringan Lokal Dalam Ketahanan Budaya Masyarakat
    Sabtu, 22 November 2014
    Peran Media Televisi
    Swasta Berjaringan Lokal...
  • Perekayasa diharapkan dapat Memberikan Hasil yang Bermanfaat pada Instansinya
    Jumat, 21 November 2014
    Perekayasa diharapkan
    dapat Memberikan Hasil...
  • Pelatihan Pembuatan Website Sekolah Balitbang Memasuki Angkatan ke-11
    Jumat, 21 November 2014
    Pelatihan Pembuatan
    Website Sekolah...
  • Raker Perdana Mendikbud dengan DPD RI Sepakati Penguatan Koordinasi Dalam Layanan Pendidikan
    Kamis, 20 November 2014
    Raker Perdana Mendikbud
    dengan DPD RI Sepakati...
  • 'Mendikbud Anies : Perbaiki Metode Mengajar'
    Jumat, 14 November 2014
    Mendikbud Anies:
    Perbaiki Metode Mengajar
  • Pengembangan Kurikulum 2013 Untuk PKLK (Pendidikan Khusus Layanan Khusus)
    Kamis, 13 November 2014
    Pengembangan Kurikulum
    2013 Untuk PKLK...
  • Empat Peneliti Raih Habibie Award 2014
    Kamis, 13 November 2014
    Empat Peneliti Raih
    Habibie Award 2014
  • 51 Web Sekolah/Madrasah Baru Terlahir Melalui Pelatihan Online (PPWS Online Angkatan ke - 10)
    Selasa, 11 November 2014
    51 Web Sekolah/
    Madrasah Baru Terlahir...
rakornasppwskpk
kurikulum2013
radio
rumahbelajar
tvedukasi
bannerjurnal
pnri
banner1
banner2
banner3

AGENDA
November 2014
M S S R K J S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 1 2 3 4 5 6

Medikbud mengatakan, penetapan jumlah sekolah pelaksana tersebut dilakukan tidak hanya berdasarkan pertimbangan akademik, tetapi juga ada pertimbangan-pertimbangan eksternal , yaitu variabel kesiapan. Salah satu kriteria sekolah yang diprioritaskan untuk menjalankan kurikulum ini adalah sekolah eks-RSBI dan sekolah dengan akreditasi A.

“Sekolah itu variabelnya lebar, dan orang ingin mendapatkan rasio keberhasilan yang tinggi. Oleh karena itu, kita rumuskan variabel kesiapan,” terang Mendikbud M. Nuh.

Mendikbud menjelaskan, pengumpulan data jumlah sekolah, siswa dan guru menggunakan beberapa instrumen. Data-data siswa diperoleh dengan menggunakan instrumen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berbasis siswa. Sedangkan guru dan sekolah dengan menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Pemilihan sekolah, kata Mendikbud, juga mempertimbangkan jarak lokasi dari bandar udara terdekat. Karena proses distribusi logistik mempunyai peran besar dalam menjamin pelaksanaan kurikulum 2013. Oleh karena itu, basis pemilihan sekolah pun tidak lagi berbasis kabupaten/kota, melainkan berbasis provinsi. “Jadi dimungkinkan tidak semua kabupaten kota ada (sekolah pelaksana Kurikulum 2013 – red),” ungkap Mendikbud.

Kemdikbud sendiri telah memiliki sistem yang bisa melihat lokasi sekolah, yang telah diintegrasikan dengan sistem google earth. “Kita sudah punya sistem monitoring di monitoring room. Kita tahu dimana lokasi sekolah, berapa jarak dari bandara, itu untuk mempertimbangkan distribusi logistik. Kita sudah sensus koordinat sekolahnya berapa,” jela M. Nuh.

Secara rinci Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan, untuk Sekolah Dasar (SD) Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 2.598 sekolah, melibatkan 15.629 guru, dan 341.630 siswa. Untuk SMP akan dilaksanakan di 1.521 sekolah, melibatkan 27.403 guru, dan 342.712 siswa. Sedang untuk SMA, Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 1.270 sekolah, 5.979 guru, dan 335.940 siswa. Dan untuk SMK, dilaksanakan di 1.021 sekolah, 7.102 guru, dan 514.783 siswa.

“Total keseluruhan pelaksana kurikulum 2013 adalah 6.410 sekolah, 56.113 guru, dan 1.535.065 siswa,” pungkas Mendikbud.

 

 

Sumber: http://setkab.go.id