• Ini Empat Kategori Baru dalam Penghargaan Kebudayaan Tahun 2015
    Jumat, 4 September 2015
    Ini Empat Kategori Baru
    dalam Penghargaan...
  • 44 Persen, Serapan Anggaran Kemendikbud per 31 Agustus 2015
    Jumat, 4 September 2015
    44 Persen, Serapan
    Anggaran Kemendikbud...
  • Robotic Day 2015, Bangun Kreativitas Bidang Teknologi
    Jumat, 4 September 2015
    Robotic Day 2015,
    Bangun Kreativitas Bidang...
  • Bahasa Inggris akademik untuk peneliti
    Kamis, 3 September 2015
    Bahasa Inggris akademik
    untuk peneliti
  • DIY kembangkan pembelajaran bahasa jawa berbasis teknologi
    Selasa, 1 September 2015
    DIY kembangkan pembelajaran
    bahasa jawa berbasis teknologi
  • Tingkatkan Kinerja dan Sinergitas melalui Forum Perekayasa
    Senin, 31 Agustus 2015
    Tingkatkan Kinerja dan
    Sinergitas melalui Forum...
  • Kemendikbud Dorong Standar Bangunan Sekolah yang Beragam
    Senin, 31 Agustus 2015
    Kemendikbud Dorong Standar
    Bangunan Sekolah yang...
  • Mendikbud Ajak Masyarakat Awasi Pengelolaan Pendidikan
    Senin, 31 Agustus 2015
    Mendikbud Ajak Masyarakat
    Awasi Pengelolaan Pendidikan
  • Penumbuhan Karakter Anak Mampu Hadapi Tantangan Masa Kini dan Masa Depan
    Minggu, 30 Agustus 2015
    Penumbuhan Karakter Anak
    Mampu Hadapi Tantangan...
Ujian Nasional
rakornas
rakornas
ppws
kpk
kurikulum2013
bannerjurnal
pnri
banner1
banner2
banner3

AGENDA
September 2015
M S S R K J S
30 31 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 1 2 3

Medikbud mengatakan, penetapan jumlah sekolah pelaksana tersebut dilakukan tidak hanya berdasarkan pertimbangan akademik, tetapi juga ada pertimbangan-pertimbangan eksternal , yaitu variabel kesiapan. Salah satu kriteria sekolah yang diprioritaskan untuk menjalankan kurikulum ini adalah sekolah eks-RSBI dan sekolah dengan akreditasi A.

“Sekolah itu variabelnya lebar, dan orang ingin mendapatkan rasio keberhasilan yang tinggi. Oleh karena itu, kita rumuskan variabel kesiapan,” terang Mendikbud M. Nuh.

Mendikbud menjelaskan, pengumpulan data jumlah sekolah, siswa dan guru menggunakan beberapa instrumen. Data-data siswa diperoleh dengan menggunakan instrumen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berbasis siswa. Sedangkan guru dan sekolah dengan menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Pemilihan sekolah, kata Mendikbud, juga mempertimbangkan jarak lokasi dari bandar udara terdekat. Karena proses distribusi logistik mempunyai peran besar dalam menjamin pelaksanaan kurikulum 2013. Oleh karena itu, basis pemilihan sekolah pun tidak lagi berbasis kabupaten/kota, melainkan berbasis provinsi. “Jadi dimungkinkan tidak semua kabupaten kota ada (sekolah pelaksana Kurikulum 2013 – red),” ungkap Mendikbud.

Kemdikbud sendiri telah memiliki sistem yang bisa melihat lokasi sekolah, yang telah diintegrasikan dengan sistem google earth. “Kita sudah punya sistem monitoring di monitoring room. Kita tahu dimana lokasi sekolah, berapa jarak dari bandara, itu untuk mempertimbangkan distribusi logistik. Kita sudah sensus koordinat sekolahnya berapa,” jela M. Nuh.

Secara rinci Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan, untuk Sekolah Dasar (SD) Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 2.598 sekolah, melibatkan 15.629 guru, dan 341.630 siswa. Untuk SMP akan dilaksanakan di 1.521 sekolah, melibatkan 27.403 guru, dan 342.712 siswa. Sedang untuk SMA, Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 1.270 sekolah, 5.979 guru, dan 335.940 siswa. Dan untuk SMK, dilaksanakan di 1.021 sekolah, 7.102 guru, dan 514.783 siswa.

“Total keseluruhan pelaksana kurikulum 2013 adalah 6.410 sekolah, 56.113 guru, dan 1.535.065 siswa,” pungkas Mendikbud.

 

 

Sumber: http://setkab.go.id