• Mereka Juarai Kompetisi Sains Madrasah Tsanawiyah
    Minggu, 31 Agustus 2014
    Mereka Juarai
    Kompetisi Sains...
  • Habibie motivasi pemuda bangun bangsa
    Minggu, 31 Agustus 2014
    Habibie motivasi
    pemuda bangun bangsa
  • SDN 01 Menteng Respon Baik Penambahan Jam Belajar di Sekolah
    Minggu, 31 Agustus 2014
    SDN 01 Menteng
    Respon Baik...
  • UN bukan satu-satunya penentu kelulusan
    Kamis, 28 Agustus 2014
    UN bukan satu-satunya
    penentu kelulusan
  • Ayo Kunjungi Pameran
    Kamis, 28 Agustus 2014
    Ayo Kunjungi Pameran
    "Rahasia Warisan...

  • Selasa, 26 Agustus 2014
    Kemdikbud Siapkan
    8 Arah Kebijakan...

  • Selasa, 26 Agustus 2014
    Lomojari SMP Terbuka
    dan LCT Program...
  • Komersialisasi buku K13 pelanggaran hak cipta
    Jumat, 22 Agustus 2014
    Komersialisasi
    buku K13 pelanggaran...
  • Pelatihan Pembuatan Website Sekolah Balitbang Memasuki Angkatan ke-8
    Kamis, 21 Agustus 2014
    Pelatihan Pembuatan
    Website Sekolah...
  • Kemdikbud patenkan karya mahasiswa pemenang PIMNAS
    Rabu, 20 Agustus 2014
    Kemdikbud patenkan
    karya mahasiswa...
  • Pemerintah terus berupaya tingkatkan kualitas pendidikan
    Selasa, 19 Agustus 2014
    Pemerintah terus
    berupaya tingkatkan...
rakornas

ppws

kpk
kurikulum2013
intranet1
penjadwalanpegawai
bankdataprimer
jarlitdaerah1
inkinkun
pnri

banner1
banner2
banner3

AGENDA
September 2014
M S S R K J S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 1 2 3 4

Medikbud mengatakan, penetapan jumlah sekolah pelaksana tersebut dilakukan tidak hanya berdasarkan pertimbangan akademik, tetapi juga ada pertimbangan-pertimbangan eksternal , yaitu variabel kesiapan. Salah satu kriteria sekolah yang diprioritaskan untuk menjalankan kurikulum ini adalah sekolah eks-RSBI dan sekolah dengan akreditasi A.

“Sekolah itu variabelnya lebar, dan orang ingin mendapatkan rasio keberhasilan yang tinggi. Oleh karena itu, kita rumuskan variabel kesiapan,” terang Mendikbud M. Nuh.

Mendikbud menjelaskan, pengumpulan data jumlah sekolah, siswa dan guru menggunakan beberapa instrumen. Data-data siswa diperoleh dengan menggunakan instrumen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berbasis siswa. Sedangkan guru dan sekolah dengan menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Pemilihan sekolah, kata Mendikbud, juga mempertimbangkan jarak lokasi dari bandar udara terdekat. Karena proses distribusi logistik mempunyai peran besar dalam menjamin pelaksanaan kurikulum 2013. Oleh karena itu, basis pemilihan sekolah pun tidak lagi berbasis kabupaten/kota, melainkan berbasis provinsi. “Jadi dimungkinkan tidak semua kabupaten kota ada (sekolah pelaksana Kurikulum 2013 – red),” ungkap Mendikbud.

Kemdikbud sendiri telah memiliki sistem yang bisa melihat lokasi sekolah, yang telah diintegrasikan dengan sistem google earth. “Kita sudah punya sistem monitoring di monitoring room. Kita tahu dimana lokasi sekolah, berapa jarak dari bandara, itu untuk mempertimbangkan distribusi logistik. Kita sudah sensus koordinat sekolahnya berapa,” jela M. Nuh.

Secara rinci Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan, untuk Sekolah Dasar (SD) Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 2.598 sekolah, melibatkan 15.629 guru, dan 341.630 siswa. Untuk SMP akan dilaksanakan di 1.521 sekolah, melibatkan 27.403 guru, dan 342.712 siswa. Sedang untuk SMA, Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 1.270 sekolah, 5.979 guru, dan 335.940 siswa. Dan untuk SMK, dilaksanakan di 1.021 sekolah, 7.102 guru, dan 514.783 siswa.

“Total keseluruhan pelaksana kurikulum 2013 adalah 6.410 sekolah, 56.113 guru, dan 1.535.065 siswa,” pungkas Mendikbud.

 

 

Sumber: http://setkab.go.id