• Mendikbud Salut Pelajar Yogya Ungkap Kecurangan UN
    Minggu, 26 April 2015
    Mendikbud Salut
    Pelajar Yogya Ungkap...
  • Read Aloud, Metode Membacakan Buku untuk Anak-anak
    Kamis, 23 April 2015
    Read Aloud, Metode
    Membacakan Buku untuk...
  • LPMP Didorong Buat Profil Mutu Pendidikan Kabupaten/Kota
    Rabu, 22 April 2015
    LPMP Didorong Buat Profil
    Pendidikan Kabupaten/Kota
  • Pelatihan Pembuatan Website Sekolah Balitbang Memasuki Angkatan ke-16
    Selasa, 21 April 2015
    Pelatihan Pembuatan Website
    Sekolah Balitbang Memasuki...
  • 68 Web Sekolah/Madrasah (baru) ikut meramaikan dunia maya
    Senin, 20 April 2015
    68 Web Sekolah/Madrasah
    (baru) ikut meramaikan...
  • Kemendikbud Respon Cepat Tindakan Unggah Ilegal Naskah UN
    Kamis, 16 April 2015
    Kemendikbud Respon Cepat
    Tindakan Unggah Ilegal...
  • Jokowi: UN 2015, Sekolah Akan Diukur Indeks Integritasnya
    Rabu, 15 April 2015
    Jokowi: UN 2015,
    Sekolah Akan Diukur...
  • Mendikbud minta masyarakat tak ragu lapor kecurangan UN
    Senin, 13 April 2015
    Mendikbud minta
    masyarakat tak ragu...
  • Kemendikbud Ingin Jadikan Galeri Nasional Indonesia sebagai Rumah Budaya Indonesia
    Senin, 13 April 2015
    Kemendikbud Ingin Jadikan
    Galeri Nasional Indonesia...
Ujian Nasional
rakornas
rakornas
ppws
kpk
kurikulum2013
bannerjurnal
pnri
banner1
banner2
banner3

AGENDA
April 2015
M S S R K J S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2

Medikbud mengatakan, penetapan jumlah sekolah pelaksana tersebut dilakukan tidak hanya berdasarkan pertimbangan akademik, tetapi juga ada pertimbangan-pertimbangan eksternal , yaitu variabel kesiapan. Salah satu kriteria sekolah yang diprioritaskan untuk menjalankan kurikulum ini adalah sekolah eks-RSBI dan sekolah dengan akreditasi A.

“Sekolah itu variabelnya lebar, dan orang ingin mendapatkan rasio keberhasilan yang tinggi. Oleh karena itu, kita rumuskan variabel kesiapan,” terang Mendikbud M. Nuh.

Mendikbud menjelaskan, pengumpulan data jumlah sekolah, siswa dan guru menggunakan beberapa instrumen. Data-data siswa diperoleh dengan menggunakan instrumen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berbasis siswa. Sedangkan guru dan sekolah dengan menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Pemilihan sekolah, kata Mendikbud, juga mempertimbangkan jarak lokasi dari bandar udara terdekat. Karena proses distribusi logistik mempunyai peran besar dalam menjamin pelaksanaan kurikulum 2013. Oleh karena itu, basis pemilihan sekolah pun tidak lagi berbasis kabupaten/kota, melainkan berbasis provinsi. “Jadi dimungkinkan tidak semua kabupaten kota ada (sekolah pelaksana Kurikulum 2013 – red),” ungkap Mendikbud.

Kemdikbud sendiri telah memiliki sistem yang bisa melihat lokasi sekolah, yang telah diintegrasikan dengan sistem google earth. “Kita sudah punya sistem monitoring di monitoring room. Kita tahu dimana lokasi sekolah, berapa jarak dari bandara, itu untuk mempertimbangkan distribusi logistik. Kita sudah sensus koordinat sekolahnya berapa,” jela M. Nuh.

Secara rinci Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan, untuk Sekolah Dasar (SD) Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 2.598 sekolah, melibatkan 15.629 guru, dan 341.630 siswa. Untuk SMP akan dilaksanakan di 1.521 sekolah, melibatkan 27.403 guru, dan 342.712 siswa. Sedang untuk SMA, Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 1.270 sekolah, 5.979 guru, dan 335.940 siswa. Dan untuk SMK, dilaksanakan di 1.021 sekolah, 7.102 guru, dan 514.783 siswa.

“Total keseluruhan pelaksana kurikulum 2013 adalah 6.410 sekolah, 56.113 guru, dan 1.535.065 siswa,” pungkas Mendikbud.

 

 

Sumber: http://setkab.go.id