• Mendikbud Anies hargai orang tua yang hantar anaknya ke sekolah
    Selasa, 28 Juli 2015
    Mendikbud Anies
    hargai orang tua yang...
  • Mendikbud Canangkan Program Penumbuhan Budi Pekerti
    Senin, 27 Juli 2015
    Mendikbud Canangkan
    Program Penumbuhan...
  • Ini Sambutan Mendikbud pada Hari Pertama Sekolah Tahun Pelajaran 2015-2016
    Senin, 27 Juli 2015
    Ini Sambutan Mendikbud
    pada Hari Pertama...
  • Penumbuhan Budi Pekerti Lewat Kegiatan Non-Kurikuler
    Rabu, 22 Juli 2015
    Penumbuhan Budi Pekerti
    Lewat Kegiatan...
  • Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H
    Rabu, 22 Juli 2015
    Selamat Hari Raya
    Idul Fitri 1 Syawal 1436 H
  • Pejabat Kemendikbud, Hasil Seleksi Objektif Prinsip Meritokrasi
    Selasa, 14 Juli 2015
    Pejabat Kemendikbud,
    Hasil Seleksi Objektif...
  • Dua pelajar Indonesia menangi kompetisi sains ASEAN
    Sabtu, 11 Juli 2015
    Dua pelajar Indonesia
    menangi kompetisi...
  • Mendikbud Sosialisasikan Peraturan tentang Penumbuhan Budi Pekerti
    Sabtu, 11 Juli 2015
    Mendikbud Sosialisasikan
    Peraturan tentang...
  • Mendikbud galang dukungan bagi dunia pendidikan di Oslo
    Kamis, 9 Juli 2015
    Mendikbud galang
    dukungan bagi dunia...
Ujian Nasional
rakornas
rakornas
ppws
kpk
kurikulum2013
bannerjurnal
pnri
banner1
banner2
banner3

AGENDA
Juli 2015
M S S R K J S
28 29 30 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 1

Medikbud mengatakan, penetapan jumlah sekolah pelaksana tersebut dilakukan tidak hanya berdasarkan pertimbangan akademik, tetapi juga ada pertimbangan-pertimbangan eksternal , yaitu variabel kesiapan. Salah satu kriteria sekolah yang diprioritaskan untuk menjalankan kurikulum ini adalah sekolah eks-RSBI dan sekolah dengan akreditasi A.

“Sekolah itu variabelnya lebar, dan orang ingin mendapatkan rasio keberhasilan yang tinggi. Oleh karena itu, kita rumuskan variabel kesiapan,” terang Mendikbud M. Nuh.

Mendikbud menjelaskan, pengumpulan data jumlah sekolah, siswa dan guru menggunakan beberapa instrumen. Data-data siswa diperoleh dengan menggunakan instrumen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berbasis siswa. Sedangkan guru dan sekolah dengan menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Pemilihan sekolah, kata Mendikbud, juga mempertimbangkan jarak lokasi dari bandar udara terdekat. Karena proses distribusi logistik mempunyai peran besar dalam menjamin pelaksanaan kurikulum 2013. Oleh karena itu, basis pemilihan sekolah pun tidak lagi berbasis kabupaten/kota, melainkan berbasis provinsi. “Jadi dimungkinkan tidak semua kabupaten kota ada (sekolah pelaksana Kurikulum 2013 – red),” ungkap Mendikbud.

Kemdikbud sendiri telah memiliki sistem yang bisa melihat lokasi sekolah, yang telah diintegrasikan dengan sistem google earth. “Kita sudah punya sistem monitoring di monitoring room. Kita tahu dimana lokasi sekolah, berapa jarak dari bandara, itu untuk mempertimbangkan distribusi logistik. Kita sudah sensus koordinat sekolahnya berapa,” jela M. Nuh.

Secara rinci Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan, untuk Sekolah Dasar (SD) Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 2.598 sekolah, melibatkan 15.629 guru, dan 341.630 siswa. Untuk SMP akan dilaksanakan di 1.521 sekolah, melibatkan 27.403 guru, dan 342.712 siswa. Sedang untuk SMA, Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di 1.270 sekolah, 5.979 guru, dan 335.940 siswa. Dan untuk SMK, dilaksanakan di 1.021 sekolah, 7.102 guru, dan 514.783 siswa.

“Total keseluruhan pelaksana kurikulum 2013 adalah 6.410 sekolah, 56.113 guru, dan 1.535.065 siswa,” pungkas Mendikbud.

 

 

Sumber: http://setkab.go.id