• Mendikbud Canangkan Gerakan 10 Menit Membaca Cerita untuk Anak
    Jumat, 29 Mei 2015
    Mendikbud Canangkan
    Gerakan 10 Menit...
  • Kemendikbud: Guru Perbatasan Wajib Dapat Insentif Tambahan
    Jumat, 29 Mei 2015
    Kemendikbud: Guru
    Perbatasan Wajib Dapat...
  • Dua guru Indonesia raih
    Jumat, 29 Mei 2015
    Dua guru Indonesia
    "Global Educator Challenge"
  • Seminar Nasional Kurikulum PAUD untuk Kedua Kalinya Digelar
    Kamis, 28 Mei 2015
    Seminar Nasional
    Kurikulum PAUD untuk...
  • Tahun Ajaran Baru, Mendikbud Ajak Ayah dan Ibu Antarkan Anak pada Hari Pertama Sekolah
    Kamis, 28 Mei 2015
    Tahun Ajaran Baru,
    Mendikbud Ajak Ayah...
  • Perpustakaan Nasional simpan 10.000 naskah untuk MoW
    Rabu, 27 Mei 2015
    Perpustakaan Nasional
    simpan 10.000 naskah...
  • Melalui Program GGD, Pemerintah Upayakan Pemerataan Pendidikan di Indonesia
    Rabu, 27 Mei 2015
    Melalui Program GGD,
    Pemerintah Upayakan...
  • Impor membuat SDM berkualitas tinggalkan Indonesia
    Senin, 25 Mei 2015
    Impor membuat SDM
    berkualitas tinggalkan...
  • 290 Peserta OSN Tingkat SMA/SMK Rebut Medali
    Sabtu, 23 Mei 2015
    290 Peserta OSN Tingkat
    SMA/SMK Rebut Medali...
Ujian Nasional
rakornas
rakornas
ppws
kpk
kurikulum2013
bannerjurnal
pnri
banner1
banner2
banner3

AGENDA
Mei 2015
M S S R K J S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6


Namun, bagi siswa yang tidak lulus seleksi di jalur umum, bisa mengikuti seleksi di jalur lokal. Di jalur lokal inilah, kata dia, siswa dibatasi hanya bisa mendaftar di sekolah yang masih berada di satu kecamatan dengan tempat tinggalnya.

Dia mencontohkan, anak yang berdomisili di Kebayoran Baru, misalnya, memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bersekolah di daerah Kebayoran Baru. "Pertama ini untuk mengurangi kemacetan. Kedua ini untuk kenyamanan anak dalam bersekolah," ujar Agus usai menghadiri acara sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru di Pusat Pendidikan dan Latihan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat, Rabu (15/5).

Lanjut Agus, ada beberapa wilayah yang terjadi irisan. Dia menjelaskan, di Jakarta Pusat terjadi irisan antara Kecamatan Jatinegara dengan Kecamatan Senen. Kedua kecamatan itu letaknya berdekatan, namun jumlah sekolahnya tidak banyak. Karena itu, kata Agus, anak-anak di Jatinegara bisa bersekolah di Senen. "Pendekatannya bukan subrayon, tapi sekolah yang terdekat. Untuk memudahkan akses anak sekolah," tambah Agus.

Menurut Agus, Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga akan memberikan kesempatan kedua bagi siswa yang tidak lulus baik di jalur umum maupun jalur khusus. Seleksi ini dinamakan jalur umum tahap kedua. Namun, kata dia, jalur umum tahap kedua ini hanya akan dibuka jika masih ada kursi yang kosong.

Sumber: http://www.republika.co.id