• Mendikbud Salut Pelajar Yogya Ungkap Kecurangan UN
    Minggu, 26 April 2015
    Mendikbud Salut
    Pelajar Yogya Ungkap...
  • Read Aloud, Metode Membacakan Buku untuk Anak-anak
    Kamis, 23 April 2015
    Read Aloud, Metode
    Membacakan Buku untuk...
  • LPMP Didorong Buat Profil Mutu Pendidikan Kabupaten/Kota
    Rabu, 22 April 2015
    LPMP Didorong Buat Profil
    Pendidikan Kabupaten/Kota
  • Pelatihan Pembuatan Website Sekolah Balitbang Memasuki Angkatan ke-16
    Selasa, 21 April 2015
    Pelatihan Pembuatan Website
    Sekolah Balitbang Memasuki...
  • 68 Web Sekolah/Madrasah (baru) ikut meramaikan dunia maya
    Senin, 20 April 2015
    68 Web Sekolah/Madrasah
    (baru) ikut meramaikan...
  • Kemendikbud Respon Cepat Tindakan Unggah Ilegal Naskah UN
    Kamis, 16 April 2015
    Kemendikbud Respon Cepat
    Tindakan Unggah Ilegal...
  • Jokowi: UN 2015, Sekolah Akan Diukur Indeks Integritasnya
    Rabu, 15 April 2015
    Jokowi: UN 2015,
    Sekolah Akan Diukur...
  • Mendikbud minta masyarakat tak ragu lapor kecurangan UN
    Senin, 13 April 2015
    Mendikbud minta
    masyarakat tak ragu...
  • Kemendikbud Ingin Jadikan Galeri Nasional Indonesia sebagai Rumah Budaya Indonesia
    Senin, 13 April 2015
    Kemendikbud Ingin Jadikan
    Galeri Nasional Indonesia...
Ujian Nasional
rakornas
rakornas
ppws
kpk
kurikulum2013
bannerjurnal
pnri
banner1
banner2
banner3

AGENDA
April 2015
M S S R K J S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2

"Kami membagi UKT dalam beberapa kategori, bahkan ada yang tidak dikenakan biaya," kata Nasih, Rabu (28/5).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pengelompokan ini didasarkan pada penghasilan dan pekerjaan orang tua, biaya tagihan listrik per bulan, dan jumlah kendaraan bermotor yang dimiliki. Kategori tersebut dibagi menjadi 6 golongan. 

Besaran biaya yang dibayarkan pun bervariasi. Paling rendah yakni golongan I, dimana sumbangan operasional pendidikan (SOP) berkisar Rp 0 hingga Rp 500 ribu. Mahasiswa yang berasal dari keluarga berkecukupan masuk kelompok II hingga IV, lalu yang lebih mampu akan masuk ke kelompok V atau VI.

"Yang tergolong kelompok VI adalah mahasiswa yang orang tuanya berpenghasilan di atas Rp 20 juta per bulan," ujarnya.

Secara detail, kriteria penghasilan orang tua akan dipublikasikan nantinya. Dia menambahkan, SOP juga bukan hanya bergantung pada tingkat perekonomian mahasiswa, tapi juga biaya kebutuhan program studi.

Seperti halnya SOP Fakultas Kedokteran, tingkat V hanya sebesar Rp 20 juta dan VI berkisar Rp 25 juta. Sedangkan Fakultas MIPA, FISIP dan Ekonomi, rata-rata hanya sekitar Rp 9 hingga 12 juta.

UKT merupakan wujud pelaksanaan Permendikbud No. 58 Tahun 2012 yang menetapkan agar universitas tidak lagi menaikkan uang kuliah bagi mahasiswa. Sebab sudah tersedia alokasi Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN) untuk menutupi kekurangan biaya tersebut.

"Jadi sebagian sudah dibayar pemerintah, dan mahasiswa hanya perlu membayar SOP," kata dia.

Sumber: www.republika.co.id