• Rektor PTN Sepakat Hasil UN Jadi Pertimbangan SNMPTN
    Jumat, 27 Februari 2015
    Rektor PTN Sepakat
    Hasil UN Jadi Pertimbangan...
  • Mendikbud Sampaikan Tiga Kerangka Strategis 2015-2019
    Rabu, 25 Februari 2015
    Mendikbud Sampaikan
    Tiga Kerangka Strategis...
  • Pelatihan Pembuatan Website Sekolah Balitbang Memasuki Angkatan ke-14
    Jumat, 20 Februari 2015
    Pelatihan Pembuatan
    Website Sekolah Balitbang...
  • Mendikbud Sosialisasikan Kebijakan Perubahan UN di Konkernas PGRI
    Senin, 27 Januari 2015
    Mendikbud Sosialisasikan
    Kebijakan Perubahan UN...
  • Pelatihan Pembuatan Website Sekolah Balitbang Memasuki Angkatan ke-13
    Rabu, 21 Januari 2015
    Pelatihan Pembuatan Website
    Sekolah Balitbang Memasuki...
  • Ujian Nasional Juga diterapkan di Negara Sahabat
    Senin, 19 Januari 2015
    Ujian Nasional Juga
    dimanfaatkan di Negara...
  • Dana Fungsi Pendidikan dari APBN 2015 Diprioritaskan untuk Peningkatan Kualitas Guru
    Kamis, 15 Januari 2015
    Dana Fungsi Pendidikan
    dari APBN 2015...
  • e-Sabak Akan Dimulai di Daerah 3T 2013
    Jumat, 9 Januari 2015
    e-Sabak Akan Dimulai
    di Daerah 3T 2013
  • Tahun 2018 Semua Sekolah pada Tahap Pertama Sudah Melaksanakan Kurikulum 2013
    Jumat, 2 Januari 2015
    Tahun 2018 Semua
    Sekolah pada Tahap...
Ujian Nasional
rakornas
rakornas
ppws
kpk
kurikulum2013
bannerjurnal
pnri
banner1
banner2
banner3

AGENDA
Maret 2015
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

"Kami membagi UKT dalam beberapa kategori, bahkan ada yang tidak dikenakan biaya," kata Nasih, Rabu (28/5).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pengelompokan ini didasarkan pada penghasilan dan pekerjaan orang tua, biaya tagihan listrik per bulan, dan jumlah kendaraan bermotor yang dimiliki. Kategori tersebut dibagi menjadi 6 golongan. 

Besaran biaya yang dibayarkan pun bervariasi. Paling rendah yakni golongan I, dimana sumbangan operasional pendidikan (SOP) berkisar Rp 0 hingga Rp 500 ribu. Mahasiswa yang berasal dari keluarga berkecukupan masuk kelompok II hingga IV, lalu yang lebih mampu akan masuk ke kelompok V atau VI.

"Yang tergolong kelompok VI adalah mahasiswa yang orang tuanya berpenghasilan di atas Rp 20 juta per bulan," ujarnya.

Secara detail, kriteria penghasilan orang tua akan dipublikasikan nantinya. Dia menambahkan, SOP juga bukan hanya bergantung pada tingkat perekonomian mahasiswa, tapi juga biaya kebutuhan program studi.

Seperti halnya SOP Fakultas Kedokteran, tingkat V hanya sebesar Rp 20 juta dan VI berkisar Rp 25 juta. Sedangkan Fakultas MIPA, FISIP dan Ekonomi, rata-rata hanya sekitar Rp 9 hingga 12 juta.

UKT merupakan wujud pelaksanaan Permendikbud No. 58 Tahun 2012 yang menetapkan agar universitas tidak lagi menaikkan uang kuliah bagi mahasiswa. Sebab sudah tersedia alokasi Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN) untuk menutupi kekurangan biaya tersebut.

"Jadi sebagian sudah dibayar pemerintah, dan mahasiswa hanya perlu membayar SOP," kata dia.

Sumber: www.republika.co.id