• Impor membuat SDM berkualitas tinggalkan Indonesia
    Senin, 25 Mei 2015
    Impor membuat SDM
    berkualitas tinggalkan...
  • 290 Peserta OSN Tingkat SMA/SMK Rebut Medali
    Sabtu, 23 Mei 2015
    290 Peserta OSN Tingkat
    SMA/SMK Rebut Medali...
  • Pameran Pendidikan dan Kebudayaan dalam Rangka Hardiknas dan OSN 2015 Dibuka
    Jumat, 22 Mei 2015
    Pameran Pendidikan dan
    Kebudayaan dalam Rangka...
  • Kemendikbud Dorong Sekolah Bina Guru Iptek
    Rabu, 20 Mei 2015
    Kemendikbud Dorong Sekolah
    Bina Guru Iptek
  • Indeks Integritas UN SMA/Sederajat Tingkat Kabupaten/Kota Diumumkan
    Selasa, 19 Mei 2015
    Indeks Integritas UN
    SMA/Sederajat Tingkat...
  • Kemendikbud Umumkan Tujuh Provinsi dengan Indeks Integritas Tertinggi dalam UN 2015
    Senin, 18 Mei 2015
    Kemendikbud Umumkan
    Tujuh Provinsi dengan...
  • Revolusi Mental Dimulai dari Sekolah, Kejujuran Dimulai dari UN
    Senin, 18 Mei 2015
    Revolusi Mental Dimulai
    dari Sekolah, Kejujuran...
  • Rerata Nilai UN 2015 Naik
    Jumat, 15 Mei 2015
    Rerata Nilai UN
    2015 Naik
  • Adhyaksa Dault tantang Pramuka Madrasah lawan korupsi
    Rabu, 13 Mei 2015
    Adhyaksa Dault tantang
    Pramuka Madrasah lawan...
Ujian Nasional
rakornas
rakornas
ppws
kpk
kurikulum2013
bannerjurnal
pnri
banner1
banner2
banner3

AGENDA
Mei 2015
M S S R K J S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

"Kami membagi UKT dalam beberapa kategori, bahkan ada yang tidak dikenakan biaya," kata Nasih, Rabu (28/5).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pengelompokan ini didasarkan pada penghasilan dan pekerjaan orang tua, biaya tagihan listrik per bulan, dan jumlah kendaraan bermotor yang dimiliki. Kategori tersebut dibagi menjadi 6 golongan. 

Besaran biaya yang dibayarkan pun bervariasi. Paling rendah yakni golongan I, dimana sumbangan operasional pendidikan (SOP) berkisar Rp 0 hingga Rp 500 ribu. Mahasiswa yang berasal dari keluarga berkecukupan masuk kelompok II hingga IV, lalu yang lebih mampu akan masuk ke kelompok V atau VI.

"Yang tergolong kelompok VI adalah mahasiswa yang orang tuanya berpenghasilan di atas Rp 20 juta per bulan," ujarnya.

Secara detail, kriteria penghasilan orang tua akan dipublikasikan nantinya. Dia menambahkan, SOP juga bukan hanya bergantung pada tingkat perekonomian mahasiswa, tapi juga biaya kebutuhan program studi.

Seperti halnya SOP Fakultas Kedokteran, tingkat V hanya sebesar Rp 20 juta dan VI berkisar Rp 25 juta. Sedangkan Fakultas MIPA, FISIP dan Ekonomi, rata-rata hanya sekitar Rp 9 hingga 12 juta.

UKT merupakan wujud pelaksanaan Permendikbud No. 58 Tahun 2012 yang menetapkan agar universitas tidak lagi menaikkan uang kuliah bagi mahasiswa. Sebab sudah tersedia alokasi Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN) untuk menutupi kekurangan biaya tersebut.

"Jadi sebagian sudah dibayar pemerintah, dan mahasiswa hanya perlu membayar SOP," kata dia.

Sumber: www.republika.co.id