• Kemendikbud Berkomitmen Capai Tata Kelola Berkelas Dunia
    Kamis, 27 Agustus 2015
    Kemendikbud Berkomitmen
    Capai Tata Kelola Berkelas...
  • Ini Inovasi untuk Meningkatkan Kinerja Guru
    Rabu, 26 Agustus 2015
    Ini Inovasi untuk
    Meningkatkan Kinerja Guru
  • Cerdas Cermat Kebudayaan Tingkat Nasional 2015 Ajak Peserta Memaknai Ekspresi Budaya
    Rabu, 26 Agustus 2015
    Cerdas Cermat Kebudayaan
    Tingkat Nasional 2015...
  • Menteri Pendidikan ajak pelajar jadi kreator
    Selasa, 25 Agustus 2015
    Menteri Pendidikan ajak
    pelajar jadi kreator
  • Tim World Skills Competition Indonesia Bawa Pulang Prestasi Membanggakan
    Selasa, 25 Agustus 2015
    Tim World SkillsCompetition
    Indonesia Bawa Pulang...
  • Indonesia peroleh emas Olimpiade Geografi Internasional
    Senin, 24 Agustus 2015
    Indonesia peroleh emas
    Olimpiade Geografi...
  • Asesmen yang Tepat Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan
    Sabtu, 22 Agustus 2015
    Asesmen yang Tepat
    Dukung Peningkatan...
  • Murid SD Prestasi Global Juara Robotic Internasional
    Sabtu, 22 Agustus 2015
    Murid SD Prestasi
    Global Juara Robotic...
  • Harry Truman Simanjuntak, 38 Tahun Mengabdi di Dunia Arkeologi
    Kamis, 20 Agustus 2015
    Harry Truman Simanjuntak,
    38 Tahun Mengabdi di...
Ujian Nasional
rakornas
rakornas
ppws
kpk
kurikulum2013
bannerjurnal
pnri
banner1
banner2
banner3

AGENDA
Agustus 2015
M S S R K J S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5

"Kami membagi UKT dalam beberapa kategori, bahkan ada yang tidak dikenakan biaya," kata Nasih, Rabu (28/5).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pengelompokan ini didasarkan pada penghasilan dan pekerjaan orang tua, biaya tagihan listrik per bulan, dan jumlah kendaraan bermotor yang dimiliki. Kategori tersebut dibagi menjadi 6 golongan. 

Besaran biaya yang dibayarkan pun bervariasi. Paling rendah yakni golongan I, dimana sumbangan operasional pendidikan (SOP) berkisar Rp 0 hingga Rp 500 ribu. Mahasiswa yang berasal dari keluarga berkecukupan masuk kelompok II hingga IV, lalu yang lebih mampu akan masuk ke kelompok V atau VI.

"Yang tergolong kelompok VI adalah mahasiswa yang orang tuanya berpenghasilan di atas Rp 20 juta per bulan," ujarnya.

Secara detail, kriteria penghasilan orang tua akan dipublikasikan nantinya. Dia menambahkan, SOP juga bukan hanya bergantung pada tingkat perekonomian mahasiswa, tapi juga biaya kebutuhan program studi.

Seperti halnya SOP Fakultas Kedokteran, tingkat V hanya sebesar Rp 20 juta dan VI berkisar Rp 25 juta. Sedangkan Fakultas MIPA, FISIP dan Ekonomi, rata-rata hanya sekitar Rp 9 hingga 12 juta.

UKT merupakan wujud pelaksanaan Permendikbud No. 58 Tahun 2012 yang menetapkan agar universitas tidak lagi menaikkan uang kuliah bagi mahasiswa. Sebab sudah tersedia alokasi Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN) untuk menutupi kekurangan biaya tersebut.

"Jadi sebagian sudah dibayar pemerintah, dan mahasiswa hanya perlu membayar SOP," kata dia.

Sumber: www.republika.co.id