• Revolusi Mental sebagai Strategi Kebudayaan
    Jumat, 31 Oktober 2014
    Revolusi Mental
    sebagai Strategi...
  • Mendikbud: Sekecil Apapun Peran Masyarakat Harus Dihargai
    Jumat, 24 Oktober 2014
    Mendikbud: Sekecil Apapun
    Peran Masyarakat Harus...
  • Tim Indonesia Raih The Best Team Work Award pada The 4th e-ICON World Contest
    Rabu, 22 Oktober 2014
    Tim Indonesia Raih
    The Best Team Work...
  • Pelatihan Pembuatan Website Sekolah Balitbang Memasuki Angkatan ke-10
    Selasa, 21 Oktober 2014
    Pelatihan Pembuatan
    Website Sekolah Balitbang...
  • Alhamdulillah, 67 Peserta PPWS Online Angkatan 9 dinyatakan Telah Memiliki Kemampuan Membuat Website Sekolah
    Senin, 20 Oktober 2014
    Alhamdulillah, 67 Peserta
    PPWS Online Angkatan 9...
  • Model Pembelajaran PDITT
    Selasa, 14 Oktober 2014
    Model Pembelajaran
    PDITT
  • 'Anak-anak Belajar dari Soft Copy Kurikulum 2013'
    Selasa, 14 Oktober 2014
    'Anak-anak Belajar dari
    Soft Copy Kurikulum 2013
  • Sastrawan Bicara Siswa Bertanya Ajak Siswa Budayakan Baca dan Tulis
    Senin, 13 Oktober 2014
    Sastrawan Bicara
    Siswa Bertanya Ajak...
  • Pagi Haru di Tampaksiring
    Minggu, 12 Oktober 2014
    Pagi Haru
    di Tampaksiring
rakornas

ppws

kpk
kurikulum2013
bannerjurnal
pnri

banner1
banner2
banner3

AGENDA
November 2014
M S S R K J S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 1 2 3 4 5 6

"Kami membagi UKT dalam beberapa kategori, bahkan ada yang tidak dikenakan biaya," kata Nasih, Rabu (28/5).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pengelompokan ini didasarkan pada penghasilan dan pekerjaan orang tua, biaya tagihan listrik per bulan, dan jumlah kendaraan bermotor yang dimiliki. Kategori tersebut dibagi menjadi 6 golongan. 

Besaran biaya yang dibayarkan pun bervariasi. Paling rendah yakni golongan I, dimana sumbangan operasional pendidikan (SOP) berkisar Rp 0 hingga Rp 500 ribu. Mahasiswa yang berasal dari keluarga berkecukupan masuk kelompok II hingga IV, lalu yang lebih mampu akan masuk ke kelompok V atau VI.

"Yang tergolong kelompok VI adalah mahasiswa yang orang tuanya berpenghasilan di atas Rp 20 juta per bulan," ujarnya.

Secara detail, kriteria penghasilan orang tua akan dipublikasikan nantinya. Dia menambahkan, SOP juga bukan hanya bergantung pada tingkat perekonomian mahasiswa, tapi juga biaya kebutuhan program studi.

Seperti halnya SOP Fakultas Kedokteran, tingkat V hanya sebesar Rp 20 juta dan VI berkisar Rp 25 juta. Sedangkan Fakultas MIPA, FISIP dan Ekonomi, rata-rata hanya sekitar Rp 9 hingga 12 juta.

UKT merupakan wujud pelaksanaan Permendikbud No. 58 Tahun 2012 yang menetapkan agar universitas tidak lagi menaikkan uang kuliah bagi mahasiswa. Sebab sudah tersedia alokasi Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN) untuk menutupi kekurangan biaya tersebut.

"Jadi sebagian sudah dibayar pemerintah, dan mahasiswa hanya perlu membayar SOP," kata dia.

Sumber: www.republika.co.id