• Sinergikan Pendayagunaan TIK, Kemendikbud Gelar Rakor
    Rabu, 3 Februari 2016
    Sinergikan Pendayagunaan TIK,
    Kemendikbud Gelar Rakor
  • Pameran Arkeologi Indonesia
    Senin, 30 November 2015
    Pameran Arkeologi "
    "Memaknai Budaya Leluhur...
  • Indonesia Menyambut Penggunaan Big Data di Adelaide
    Kamis, 12 November 2015
    Indonesia Menyambut
    Penggunaan Big Data...
  • Bimbingan Teknis Pengelolaan Jurnal: Mewujudkan Jurnal Berkualitas, Bermanfaat dan Berkeilmuan
    Jumat, 6 November 2015
    Bimbingan Teknis
    Pengelolaan Jurnal: ....
  • Mendikbud Resmikan Pembukaan Solo International Performing Arts 2015
    Jumat, 11 September 2015
    Mendikbud Resmikan
    Pembukaan Solo International...
  • Pemerintah akan Menguji Kompetensi Seluruh Guru Akhir November
    Rabu, 9 September 2015
    Pemerintah akan Menguji
    Kompetensi Seluruh Guru...
  • BPPT-Kemkominfo selenggarakan dialog nasional inovasi TIK
    Rabu, 9 September 2015
    BPPT-Kemkominfo
    selenggarakan dialog...
  • Pemerintah Siapkan Bantuan Afirmasi untuk Program Sertifikasi Guru di Daerah
    Selasa, 8 September 2015
    Pemerintah Siapkan Bantuan
    Afirmasi untuk Program...
  • Matematika terapan dapat antisipasi persoalan kehidupan
    Selasa, 8 September 2015
    Matematika terapan
    dapat antisipasi persoalan...
Ujian Nasional
rakornas
rakornas
ppws
kpk
kurikulum2013
bannerjurnal
pnri
banner1
banner2
banner3

AGENDA
April 2016
M S S R K J S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

"Itulah fungsi kendali dan fungsi peta yg diperoleh dari UN. Artinya, UN punya peran untuk membuat pembeda (diferensiasi). Kalau nilai sekolah semuanya 8 atau 9, terus gimana membedakan (kemampuan) nya?", kata Mendikbud saat memberikan konferensi pers di Kantor Kemdikbud, Jumat (31/05).

Dari 48.893 sekolah peserta UN terdapat 44.915 atau sekitar 91,86 persen sekolah berhasil meluluskan 100 persen siswanya. Ada beberapa sekolah yang meraih nilai rata-rata UN murni lebih tinggi dari nilai rata-rata sekolah. "Kami beri penghargaan tinggi kepada sekolah-sekolah yang rata-rata nilai UN murninya lebih tinggi dari rata-rata nilai sekolah," kata beliau. Namun di sisi lain ada 10 sekolah peserta UN yang semua siswanya tidak lulus.

Peserta, Sekolah, dan Provinsi dengan Rerata Nilai UN Murni Tertinggi

Duabelas peserta ujian peraih nilai tertinggi adalah:

  1. Stella Angelina, dari SMP Kasih Karunia, Kota Jak-Bar, DKI Jakarta, dengan nilai 9.90;
  2. Petra Julian Abigail, dari SMP Tarakanita 4, Kota Jaka-Tim, DKI Jakarta (9.90);
  3. Anak Agung Ayu Vira Sonia, SMP N 1 Denpasar, Kota Denpasar,(9.90);
  4. Jessica Jane, SMP Kristen 1 BPK Penabur, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta (9.89);
  5. Shofiya Qurrotu A'yunin, MTS N 1 Malang, Kota Malang, Jakarta Timur (9.85);
  6. Cahaya Carla Bangsawan, SMP N 2 Kota Bandar Lampung, Lampung (9.85);
  7. Kirana Widiani Lestari, SMP Negeri 85, Kota Jak-Sel, DKI Jakarta (9.84);
  8. Setiati Nur Chasanah, SMP N 1 Magelang, Kota Magelang, Jawa Tengah (9.84);
  9. Maratus Solichah, SMP N 1 Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (9.84);
  10. Farrell Gerard Adeovinson Rey, SMP Masehi Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (9.84);
  11. Juligo Al Paraby Saragih, SMP Swasta Al-Muslimin Pandan. Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (9.84); dan
  12. Biani Masita Himawan, SMP N 1 Denpasar, Kota Denpasar, Bali dengan nilai 9.84.

Sepuluh SMP/MTs dengan rerata nilai tertinggi adalah:

  1. SMPN 1 Magelang, Jawa Tengah dengan rerata nilai 9,14;
  2. SMPN 115 Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta (9,11);
  3. SMP Labschool Kebayoran, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta (9,08);
  4. SMPN 1 Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (9,06);
  5. SMPN 1 Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (9,05);
  6. SMPN 1 Denpasar, Kota Denpasar, Bali (9,05);
  7. SMP Kanisius, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta (9,03);
  8. SMP K 2 Penabur, Kota Jakarta Pusat (9,01);
  9. SMPN 49 Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta (8,98); dan
  10. SMPN 1 Surabaya, Jawa Timur dengan rerata nilai 8,97.

Sepuluh Provinsi dengan rerata nilai tertinggi adalah:

  1. DKI Jakarta dengan rerata nilai 7,50;
  2. Sumatera Utara (7,10);
  3. Sumatera Selatan (6,75);
  4. Papua Barat (6,67);
  5. Jawa Timur (6,61;
  6. Kalimantan Tengah (6,55);
  7. Bali (6,45);
  8. Nusa Tenggara Barat (6,44);
  9. Kalimantan Selatan (6,42);
  10. Daerah Istimewa Yogyakarta dengan rerata nilai 6,39.

Akan Kemana yang Tidak Lulus UN?

Dari 16.616 peserta ujian atau sekitar 0,45 persen yang dinyatakan tidak lulus terbagi ke dalam dua kelompok. Sebanyak 16.593 peserta ujian yang tidak lulus dikarenakan rerata nilai akhirnya kurang dari 5,5. Sedangkan 23 peserta ujian lainnya tidak lulus dikarenakan ada salah satu mata pelajaran yang nilainya kurang dari 4.

Bagi para peserta didik yang tidak lulus UN masih memiliki kesempatan lulus dengan mengikuti ujian Paket B. Ujian Paket B adalah ujian melalui jalur pendidikan nonformal. Para lulusannya dapat melanjutkan pendidikan ke jalur formal pada jenjang SMA dan sederajat.

“Bagi yang belum berhasil atau belum lulus tidak boleh putus asa. Masih ada kesempatan yaitu ikut Paket B, sehingga masih bisa mendaftar masuk di SMA. Kami ingin mendorong supaya bisa ikut Paket B supaya tidak putus sekolah,” demikian kata Mendikbud. (MS/DD)