• Penumbuhan Karakter Anak Mampu Hadapi Tantangan Masa Kini dan Masa Depan
    Minggu, 30 Agustus 2015
    Penumbuhan Karakter Anak
    Mampu Hadapi Tantangan...
  • Mendikbud: Kehormatan Didapat Lewat Perbuatan, Karena Itu Lakukan yang Terbaik
    Minggu, 30 Agustus 2015
    Mendikbud: Kehormatan
    Didapat Lewat Perbuatan,...
  • Kemendikbud Berkomitmen Capai Tata Kelola Berkelas Dunia
    Kamis, 27 Agustus 2015
    Kemendikbud Berkomitmen
    Capai Tata Kelola Berkelas...
  • Ini Inovasi untuk Meningkatkan Kinerja Guru
    Rabu, 26 Agustus 2015
    Ini Inovasi untuk
    Meningkatkan Kinerja Guru
  • Cerdas Cermat Kebudayaan Tingkat Nasional 2015 Ajak Peserta Memaknai Ekspresi Budaya
    Rabu, 26 Agustus 2015
    Cerdas Cermat Kebudayaan
    Tingkat Nasional 2015...
  • Menteri Pendidikan ajak pelajar jadi kreator
    Selasa, 25 Agustus 2015
    Menteri Pendidikan ajak
    pelajar jadi kreator
  • Tim World Skills Competition Indonesia Bawa Pulang Prestasi Membanggakan
    Selasa, 25 Agustus 2015
    Tim World SkillsCompetition
    Indonesia Bawa Pulang...
  • Indonesia peroleh emas Olimpiade Geografi Internasional
    Senin, 24 Agustus 2015
    Indonesia peroleh emas
    Olimpiade Geografi...
  • Asesmen yang Tepat Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan
    Sabtu, 22 Agustus 2015
    Asesmen yang Tepat
    Dukung Peningkatan...
Ujian Nasional
rakornas
rakornas
ppws
kpk
kurikulum2013
bannerjurnal
pnri
banner1
banner2
banner3

AGENDA
Agustus 2015
M S S R K J S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5

"Itulah fungsi kendali dan fungsi peta yg diperoleh dari UN. Artinya, UN punya peran untuk membuat pembeda (diferensiasi). Kalau nilai sekolah semuanya 8 atau 9, terus gimana membedakan (kemampuan) nya?", kata Mendikbud saat memberikan konferensi pers di Kantor Kemdikbud, Jumat (31/05).

Dari 48.893 sekolah peserta UN terdapat 44.915 atau sekitar 91,86 persen sekolah berhasil meluluskan 100 persen siswanya. Ada beberapa sekolah yang meraih nilai rata-rata UN murni lebih tinggi dari nilai rata-rata sekolah. "Kami beri penghargaan tinggi kepada sekolah-sekolah yang rata-rata nilai UN murninya lebih tinggi dari rata-rata nilai sekolah," kata beliau. Namun di sisi lain ada 10 sekolah peserta UN yang semua siswanya tidak lulus.

Peserta, Sekolah, dan Provinsi dengan Rerata Nilai UN Murni Tertinggi

Duabelas peserta ujian peraih nilai tertinggi adalah:

  1. Stella Angelina, dari SMP Kasih Karunia, Kota Jak-Bar, DKI Jakarta, dengan nilai 9.90;
  2. Petra Julian Abigail, dari SMP Tarakanita 4, Kota Jaka-Tim, DKI Jakarta (9.90);
  3. Anak Agung Ayu Vira Sonia, SMP N 1 Denpasar, Kota Denpasar,(9.90);
  4. Jessica Jane, SMP Kristen 1 BPK Penabur, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta (9.89);
  5. Shofiya Qurrotu A'yunin, MTS N 1 Malang, Kota Malang, Jakarta Timur (9.85);
  6. Cahaya Carla Bangsawan, SMP N 2 Kota Bandar Lampung, Lampung (9.85);
  7. Kirana Widiani Lestari, SMP Negeri 85, Kota Jak-Sel, DKI Jakarta (9.84);
  8. Setiati Nur Chasanah, SMP N 1 Magelang, Kota Magelang, Jawa Tengah (9.84);
  9. Maratus Solichah, SMP N 1 Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (9.84);
  10. Farrell Gerard Adeovinson Rey, SMP Masehi Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (9.84);
  11. Juligo Al Paraby Saragih, SMP Swasta Al-Muslimin Pandan. Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (9.84); dan
  12. Biani Masita Himawan, SMP N 1 Denpasar, Kota Denpasar, Bali dengan nilai 9.84.

Sepuluh SMP/MTs dengan rerata nilai tertinggi adalah:

  1. SMPN 1 Magelang, Jawa Tengah dengan rerata nilai 9,14;
  2. SMPN 115 Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta (9,11);
  3. SMP Labschool Kebayoran, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta (9,08);
  4. SMPN 1 Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (9,06);
  5. SMPN 1 Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (9,05);
  6. SMPN 1 Denpasar, Kota Denpasar, Bali (9,05);
  7. SMP Kanisius, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta (9,03);
  8. SMP K 2 Penabur, Kota Jakarta Pusat (9,01);
  9. SMPN 49 Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta (8,98); dan
  10. SMPN 1 Surabaya, Jawa Timur dengan rerata nilai 8,97.

Sepuluh Provinsi dengan rerata nilai tertinggi adalah:

  1. DKI Jakarta dengan rerata nilai 7,50;
  2. Sumatera Utara (7,10);
  3. Sumatera Selatan (6,75);
  4. Papua Barat (6,67);
  5. Jawa Timur (6,61;
  6. Kalimantan Tengah (6,55);
  7. Bali (6,45);
  8. Nusa Tenggara Barat (6,44);
  9. Kalimantan Selatan (6,42);
  10. Daerah Istimewa Yogyakarta dengan rerata nilai 6,39.

Akan Kemana yang Tidak Lulus UN?

Dari 16.616 peserta ujian atau sekitar 0,45 persen yang dinyatakan tidak lulus terbagi ke dalam dua kelompok. Sebanyak 16.593 peserta ujian yang tidak lulus dikarenakan rerata nilai akhirnya kurang dari 5,5. Sedangkan 23 peserta ujian lainnya tidak lulus dikarenakan ada salah satu mata pelajaran yang nilainya kurang dari 4.

Bagi para peserta didik yang tidak lulus UN masih memiliki kesempatan lulus dengan mengikuti ujian Paket B. Ujian Paket B adalah ujian melalui jalur pendidikan nonformal. Para lulusannya dapat melanjutkan pendidikan ke jalur formal pada jenjang SMA dan sederajat.

“Bagi yang belum berhasil atau belum lulus tidak boleh putus asa. Masih ada kesempatan yaitu ikut Paket B, sehingga masih bisa mendaftar masuk di SMA. Kami ingin mendorong supaya bisa ikut Paket B supaya tidak putus sekolah,” demikian kata Mendikbud. (MS/DD)