• Logo HUT RI ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia
    Sabtu, 18 Juni 2016
    Logo HUT RI ke-71
    Kemerdekaan Republik Indonesia
  • Hari Purbakala Nasional
    Selasa, 14 Juni 2016
    Hari Purbakala
    Nasional
  • Harmoni_bersama_masyarakat.jpg
    Minggu, 22 Mei 2016
    Balitbang Kemendikbud
    Gelar Acara Harmoni...
  • Sinergikan Pendayagunaan TIK, Kemendikbud Gelar Rakor
    Rabu, 3 Februari 2016
    Sinergikan Pendayagunaan
    TIK, Kemendikbud Gelar...
  • Pameran Arkeologi Indonesia
    Senin, 30 November 2015
    Pameran Arkeologi "
    "Memaknai Budaya Leluhur...
  • Indonesia Menyambut Penggunaan Big Data di Adelaide
    Kamis, 12 November 2015
    Indonesia Menyambut
    Penggunaan Big Data...
  • Bimbingan Teknis Pengelolaan Jurnal: Mewujudkan Jurnal Berkualitas, Bermanfaat dan Berkeilmuan
    Jumat, 6 November 2015
    Bimbingan Teknis
    Pengelolaan Jurnal: ....
  • Mendikbud Resmikan Pembukaan Solo International Performing Arts 2015
    Jumat, 11 September 2015
    Mendikbud Resmikan
    Pembukaan Solo...

arkenas-simposium

sipp1 simdpk kurikulum1 jurnal1 sm1 pnf1 un1

"Itulah fungsi kendali dan fungsi peta yg diperoleh dari UN. Artinya, UN punya peran untuk membuat pembeda (diferensiasi). Kalau nilai sekolah semuanya 8 atau 9, terus gimana membedakan (kemampuan) nya?", kata Mendikbud saat memberikan konferensi pers di Kantor Kemdikbud, Jumat (31/05).

Dari 48.893 sekolah peserta UN terdapat 44.915 atau sekitar 91,86 persen sekolah berhasil meluluskan 100 persen siswanya. Ada beberapa sekolah yang meraih nilai rata-rata UN murni lebih tinggi dari nilai rata-rata sekolah. "Kami beri penghargaan tinggi kepada sekolah-sekolah yang rata-rata nilai UN murninya lebih tinggi dari rata-rata nilai sekolah," kata beliau. Namun di sisi lain ada 10 sekolah peserta UN yang semua siswanya tidak lulus.

Peserta, Sekolah, dan Provinsi dengan Rerata Nilai UN Murni Tertinggi

Duabelas peserta ujian peraih nilai tertinggi adalah:

  1. Stella Angelina, dari SMP Kasih Karunia, Kota Jak-Bar, DKI Jakarta, dengan nilai 9.90;
  2. Petra Julian Abigail, dari SMP Tarakanita 4, Kota Jaka-Tim, DKI Jakarta (9.90);
  3. Anak Agung Ayu Vira Sonia, SMP N 1 Denpasar, Kota Denpasar,(9.90);
  4. Jessica Jane, SMP Kristen 1 BPK Penabur, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta (9.89);
  5. Shofiya Qurrotu A'yunin, MTS N 1 Malang, Kota Malang, Jakarta Timur (9.85);
  6. Cahaya Carla Bangsawan, SMP N 2 Kota Bandar Lampung, Lampung (9.85);
  7. Kirana Widiani Lestari, SMP Negeri 85, Kota Jak-Sel, DKI Jakarta (9.84);
  8. Setiati Nur Chasanah, SMP N 1 Magelang, Kota Magelang, Jawa Tengah (9.84);
  9. Maratus Solichah, SMP N 1 Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (9.84);
  10. Farrell Gerard Adeovinson Rey, SMP Masehi Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (9.84);
  11. Juligo Al Paraby Saragih, SMP Swasta Al-Muslimin Pandan. Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (9.84); dan
  12. Biani Masita Himawan, SMP N 1 Denpasar, Kota Denpasar, Bali dengan nilai 9.84.

Sepuluh SMP/MTs dengan rerata nilai tertinggi adalah:

  1. SMPN 1 Magelang, Jawa Tengah dengan rerata nilai 9,14;
  2. SMPN 115 Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta (9,11);
  3. SMP Labschool Kebayoran, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta (9,08);
  4. SMPN 1 Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (9,06);
  5. SMPN 1 Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (9,05);
  6. SMPN 1 Denpasar, Kota Denpasar, Bali (9,05);
  7. SMP Kanisius, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta (9,03);
  8. SMP K 2 Penabur, Kota Jakarta Pusat (9,01);
  9. SMPN 49 Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta (8,98); dan
  10. SMPN 1 Surabaya, Jawa Timur dengan rerata nilai 8,97.

Sepuluh Provinsi dengan rerata nilai tertinggi adalah:

  1. DKI Jakarta dengan rerata nilai 7,50;
  2. Sumatera Utara (7,10);
  3. Sumatera Selatan (6,75);
  4. Papua Barat (6,67);
  5. Jawa Timur (6,61;
  6. Kalimantan Tengah (6,55);
  7. Bali (6,45);
  8. Nusa Tenggara Barat (6,44);
  9. Kalimantan Selatan (6,42);
  10. Daerah Istimewa Yogyakarta dengan rerata nilai 6,39.

Akan Kemana yang Tidak Lulus UN?

Dari 16.616 peserta ujian atau sekitar 0,45 persen yang dinyatakan tidak lulus terbagi ke dalam dua kelompok. Sebanyak 16.593 peserta ujian yang tidak lulus dikarenakan rerata nilai akhirnya kurang dari 5,5. Sedangkan 23 peserta ujian lainnya tidak lulus dikarenakan ada salah satu mata pelajaran yang nilainya kurang dari 4.

Bagi para peserta didik yang tidak lulus UN masih memiliki kesempatan lulus dengan mengikuti ujian Paket B. Ujian Paket B adalah ujian melalui jalur pendidikan nonformal. Para lulusannya dapat melanjutkan pendidikan ke jalur formal pada jenjang SMA dan sederajat.

“Bagi yang belum berhasil atau belum lulus tidak boleh putus asa. Masih ada kesempatan yaitu ikut Paket B, sehingga masih bisa mendaftar masuk di SMA. Kami ingin mendorong supaya bisa ikut Paket B supaya tidak putus sekolah,” demikian kata Mendikbud. (MS/DD)

INFOGRAFIS

  • UN-2016-Fix-1
  • Infografis-Seleksi-Pemimpin-Kemdikbud-1
  • panduansingkat
  • Kemdikbud-FA IIUN-Ads-01---23.1x20cm

Warta Balitbang

  • 2016 1
  • juni2015
  • September

Asesmen

  • ases1
  • ases2
  • ases3
  • ases4