• Tim Indonesia Raih The Best Team Work Award pada The 4th e-ICON World Contest
    Rabu, 22 Oktober 2014
    Tim Indonesia Raih
    The Best Team Work...
  • Pelatihan Pembuatan Website Sekolah Balitbang Memasuki Angkatan ke-10
    Selasa, 21 Oktober 2014
    Pelatihan Pembuatan
    Website Sekolah Balitbang...
  • Alhamdulillah, 67 Peserta PPWS Online Angkatan 9 dinyatakan Telah Memiliki Kemampuan Membuat Website Sekolah
    Senin, 20 Oktober 2014
    Alhamdulillah, 67 Peserta
    PPWS Online Angkatan 9...
  • Model Pembelajaran PDITT
    Selasa, 14 Oktober 2014
    Model Pembelajaran
    PDITT
  • 'Anak-anak Belajar dari Soft Copy Kurikulum 2013'
    Selasa, 14 Oktober 2014
    'Anak-anak Belajar dari
    Soft Copy Kurikulum 2013
  • Sastrawan Bicara Siswa Bertanya Ajak Siswa Budayakan Baca dan Tulis
    Senin, 13 Oktober 2014
    Sastrawan Bicara
    Siswa Bertanya Ajak...
  • Pagi Haru di Tampaksiring
    Minggu, 12 Oktober 2014
    Pagi Haru
    di Tampaksiring
  • Frankfurt Book Fair Menjadi Kebangkitan Intektual Indonesia
    Minggu, 12 Oktober 2014
    Frankfurt Book Fair
    Menjadi Kebangkitan...
  • Mendikbud: TNI Menjadi Pengajar di Daerah Terpencil
    Minggu, 12 Oktober 2014
    Mendikbud: TNI Menjadi
    Pengajar di Daerah Terpencil
rakornas

ppws

kpk
kurikulum2013
bannerjurnal
pnri

banner1
banner2
banner3

AGENDA
Oktober 2014
M S S R K J S
28 29 30 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 1

"Itulah fungsi kendali dan fungsi peta yg diperoleh dari UN. Artinya, UN punya peran untuk membuat pembeda (diferensiasi). Kalau nilai sekolah semuanya 8 atau 9, terus gimana membedakan (kemampuan) nya?", kata Mendikbud saat memberikan konferensi pers di Kantor Kemdikbud, Jumat (31/05).

Dari 48.893 sekolah peserta UN terdapat 44.915 atau sekitar 91,86 persen sekolah berhasil meluluskan 100 persen siswanya. Ada beberapa sekolah yang meraih nilai rata-rata UN murni lebih tinggi dari nilai rata-rata sekolah. "Kami beri penghargaan tinggi kepada sekolah-sekolah yang rata-rata nilai UN murninya lebih tinggi dari rata-rata nilai sekolah," kata beliau. Namun di sisi lain ada 10 sekolah peserta UN yang semua siswanya tidak lulus.

Peserta, Sekolah, dan Provinsi dengan Rerata Nilai UN Murni Tertinggi

Duabelas peserta ujian peraih nilai tertinggi adalah:

  1. Stella Angelina, dari SMP Kasih Karunia, Kota Jak-Bar, DKI Jakarta, dengan nilai 9.90;
  2. Petra Julian Abigail, dari SMP Tarakanita 4, Kota Jaka-Tim, DKI Jakarta (9.90);
  3. Anak Agung Ayu Vira Sonia, SMP N 1 Denpasar, Kota Denpasar,(9.90);
  4. Jessica Jane, SMP Kristen 1 BPK Penabur, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta (9.89);
  5. Shofiya Qurrotu A'yunin, MTS N 1 Malang, Kota Malang, Jakarta Timur (9.85);
  6. Cahaya Carla Bangsawan, SMP N 2 Kota Bandar Lampung, Lampung (9.85);
  7. Kirana Widiani Lestari, SMP Negeri 85, Kota Jak-Sel, DKI Jakarta (9.84);
  8. Setiati Nur Chasanah, SMP N 1 Magelang, Kota Magelang, Jawa Tengah (9.84);
  9. Maratus Solichah, SMP N 1 Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (9.84);
  10. Farrell Gerard Adeovinson Rey, SMP Masehi Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (9.84);
  11. Juligo Al Paraby Saragih, SMP Swasta Al-Muslimin Pandan. Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (9.84); dan
  12. Biani Masita Himawan, SMP N 1 Denpasar, Kota Denpasar, Bali dengan nilai 9.84.

Sepuluh SMP/MTs dengan rerata nilai tertinggi adalah:

  1. SMPN 1 Magelang, Jawa Tengah dengan rerata nilai 9,14;
  2. SMPN 115 Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta (9,11);
  3. SMP Labschool Kebayoran, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta (9,08);
  4. SMPN 1 Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (9,06);
  5. SMPN 1 Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (9,05);
  6. SMPN 1 Denpasar, Kota Denpasar, Bali (9,05);
  7. SMP Kanisius, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta (9,03);
  8. SMP K 2 Penabur, Kota Jakarta Pusat (9,01);
  9. SMPN 49 Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta (8,98); dan
  10. SMPN 1 Surabaya, Jawa Timur dengan rerata nilai 8,97.

Sepuluh Provinsi dengan rerata nilai tertinggi adalah:

  1. DKI Jakarta dengan rerata nilai 7,50;
  2. Sumatera Utara (7,10);
  3. Sumatera Selatan (6,75);
  4. Papua Barat (6,67);
  5. Jawa Timur (6,61;
  6. Kalimantan Tengah (6,55);
  7. Bali (6,45);
  8. Nusa Tenggara Barat (6,44);
  9. Kalimantan Selatan (6,42);
  10. Daerah Istimewa Yogyakarta dengan rerata nilai 6,39.

Akan Kemana yang Tidak Lulus UN?

Dari 16.616 peserta ujian atau sekitar 0,45 persen yang dinyatakan tidak lulus terbagi ke dalam dua kelompok. Sebanyak 16.593 peserta ujian yang tidak lulus dikarenakan rerata nilai akhirnya kurang dari 5,5. Sedangkan 23 peserta ujian lainnya tidak lulus dikarenakan ada salah satu mata pelajaran yang nilainya kurang dari 4.

Bagi para peserta didik yang tidak lulus UN masih memiliki kesempatan lulus dengan mengikuti ujian Paket B. Ujian Paket B adalah ujian melalui jalur pendidikan nonformal. Para lulusannya dapat melanjutkan pendidikan ke jalur formal pada jenjang SMA dan sederajat.

“Bagi yang belum berhasil atau belum lulus tidak boleh putus asa. Masih ada kesempatan yaitu ikut Paket B, sehingga masih bisa mendaftar masuk di SMA. Kami ingin mendorong supaya bisa ikut Paket B supaya tidak putus sekolah,” demikian kata Mendikbud. (MS/DD)