• Mendikbud: Sekecil Apapun Peran Masyarakat Harus Dihargai
    Jumat, 24 Oktober 2014
    Mendikbud: Sekecil Apapun
    Peran Masyarakat Harus...
  • Tim Indonesia Raih The Best Team Work Award pada The 4th e-ICON World Contest
    Rabu, 22 Oktober 2014
    Tim Indonesia Raih
    The Best Team Work...
  • Pelatihan Pembuatan Website Sekolah Balitbang Memasuki Angkatan ke-10
    Selasa, 21 Oktober 2014
    Pelatihan Pembuatan
    Website Sekolah Balitbang...
  • Alhamdulillah, 67 Peserta PPWS Online Angkatan 9 dinyatakan Telah Memiliki Kemampuan Membuat Website Sekolah
    Senin, 20 Oktober 2014
    Alhamdulillah, 67 Peserta
    PPWS Online Angkatan 9...
  • Model Pembelajaran PDITT
    Selasa, 14 Oktober 2014
    Model Pembelajaran
    PDITT
  • 'Anak-anak Belajar dari Soft Copy Kurikulum 2013'
    Selasa, 14 Oktober 2014
    'Anak-anak Belajar dari
    Soft Copy Kurikulum 2013
  • Sastrawan Bicara Siswa Bertanya Ajak Siswa Budayakan Baca dan Tulis
    Senin, 13 Oktober 2014
    Sastrawan Bicara
    Siswa Bertanya Ajak...
  • Pagi Haru di Tampaksiring
    Minggu, 12 Oktober 2014
    Pagi Haru
    di Tampaksiring
  • Frankfurt Book Fair Menjadi Kebangkitan Intektual Indonesia
    Minggu, 12 Oktober 2014
    Frankfurt Book Fair
    Menjadi Kebangkitan...
rakornas

ppws

kpk
kurikulum2013
bannerjurnal
pnri

banner1
banner2
banner3

AGENDA
Oktober 2014
M S S R K J S
28 29 30 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 1

Adapun bila saat ini masih ada pihak-pihak baik perorangan maupun kelompok yang masih ingin mempermasalahkannya itu adalah hak individu maupun kelompok dalam era demokrasi, jadikanlah itu sebagai pemicu semangat untuk mencapai keberhasilan. Dalam perjuangan (istihad) untuk sesuatu yang benar akan selalu dimulai dengan kesulitan, namun “sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan”. Adapun bagi perkumpulan yang masih berusaha memutar arah jarum jam (sebelum kesepakatan terjadi) anggap saja sebagai kekurangsopanan dalam bernegara meminjam istilah jawa “Perkumpulan Kirang Sopan”.

Perkembangan persiapan Implementasi Kurukulum2013.

Berkaitan dengan perangkat pemantauan terhadap persiapan Implementasi Kurikulum 2013, Wamendikbud bidang Pendidikan menyampaikan bahwa pemerintah membuat laman khusus untuk menyajikan “Informasi mengenai perkembangan kurikulum disajikan melalui Sistem Elektronik Pemantauan Implementasi Kurikulum (SEPIK) 2013, dengan alamat  kurikulum.kemdikbud.go.id. ”. Dengan sarana tersebut, masyarakat yang ingin memantau implementasi pelaksanaan kurikulum dapat mengaksesnya secara cepat, mudah, dan murah.

Musliar menyampaikan, untuk pengadan tender buku Kurikulum 2013 telah selesai dilaksanakan dan pemenangnya sudah diumumkan. “Insya Allah kalau DIPA sudah disetujui atau keluar dari Kemkeu akan segera dilakukan kontrak dengan pemenang tender,” katanya.

Musliar menyebutkan, sasaran implementasi Kurikulum 2013 sebanyak 6.325 sekolah untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di 295 kabupaten/kota di 33 provinsi. Dia menyebutkan, anggaran implementasi Kurikulum 2013 sebanyak Rp 829 miliar. Adapun kriteria sekolah sasaran, kata dia, adalah kesiapan sekolah, yang ditandai dengan akreditasinya dan sekolah eks RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional). “Diutamakan sekolah akreditasi A, tetapi untuk menjangkau dan proporsional diambil akreditasi B,” katanya.

Menurut Musliar, pelatihan guru dilakukan secara bertingkat mulai dari melatih instruktur nasional, guru inti, dan guru sasaran. Pelatihan untuk guru sasaran, kata dia, akan dilakukan saat liburan sekolah supaya tidak mengganggu aktivitas sekolah. “Untuk instruktur nasional dilakukan 24 Juni," katanya.

Adapun PTK sasaran yang dilatih total sebanyak 74.289 orang meliputi instruktur nasional sebanyak 572, guru inti 4.740, pengawas inti 565, dan guru sasaran 55.762. Kemudian untuk pengawas sasaran 6.325 dan kepala sekolah sasaran 6.325. Demikian kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim di Kemdikbud, Jakarta, Rabu, (5/6/2013).

Sistem Elektronik Pemantauan Implementasi Kurikulum (SEPIK) 2013

Ketua Unit Implementasi Kurikulum Pusat Tjipto Sumadi menyampaikan, SEPIK diluncurkan untuk melakukan pemantauan terhadap implementasi kurikulum yang meliputi distribusi buku, pelaksanaan pelatihan dari instruktur nasional, kepala sekolah, pengawas sekolah, guru inti hingga guru sasaran. “SEPIK menyediakan fitur-fitur yang diperlukan bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) untuk mengakses lebih jauh pelaksanaan pelatihan,” katanya. Beliau menyampaikan kini saatnya kita memasuki era implementasi kurikulum 2013 ini, tentu saran perbaikan tetap diharapkan guna meminimalisasi hal yang tidak perlu terjadi di lapangan.

Marilah kita bersama-sama bahu membahu untuk menyegerakan berbuat baik bagi generasi mendatang, sehingga mereka dapat segera menikmati buahnya dalam “menjelang NOL KM Kurikulum 2013 (2)”. Meminjam istilah dari Pak Habibi, yakni melakukan perubahan melalui “Evolusi yang dipercepat”. (MS/DD)

 

Artikel Terkait:

Menjelang NOL KM Kurikulum 2013

Surat Mendikbud tentang Implementasi Kurikulum 2013

Pengembangan Kurikulum 2013:

Penyederhanaan, Tematik-Integratif

Pergeseran Paradigma Belajar Abad 21

Tidak Menghapus Mata Pelajaran

Struktur Kurikulum 2013

Faktor Keberhasilan Kurikulum 2013

Wawancara dengan Mendikbud Terkait Kurikulum 2013 (Bagian 1)

Wawancara dengan Mendikbud Terkait Kurikulum 2013 (Bagian 2)

Wawancara dengan Mendikbud Terkait Kurikulum 2013 (Bagian 3)