Indonesia Menyambut Penggunaan Big Data di Adelaide

Terbit pada .

adelaideMenyadari potensi penggalian dan analisis Big Data untuk meningkatkan  pengembangan keputusan kebijakan untuk kesehatan, pendidikan dan perencanaan kota, Pemerintah Indonesia mengirimkan 25 manajer tingkat senior dan menengah ke University South Australia untuk mengikuti studi Graduate Certificate untuk Ilmu data (Evaluasi Kebijakan dan Pembangunan).

Universitas ini memenangkan tender bernilai milyaran dolar untuk menyediakan program studi bagi Departemen Luar Negeri dan Perdagangan di bawah skema Australia Award, yang akan memberikan kerangka studi yang unik bagi pelajar Indonesia.

Wakil Rektor UniSA bidang Internasional dan Advancement, Nigel Relph mengemukakan kegembiraannya atas penyambutan baik dari Australia Award dan Pemerintah Indonesia terhadap model inovatif universitas untuk memberikan pelatihan yang berkualitas tinggi.

“Data analisis merupakan jantung dari kebijakan public yang baik dan kami sangat gembira untuk turut serta dalam meningkatkan kepakaran untuk area ini di Indonesia” kata Relph.

Mulai bulan ini di UniSA, pelajar akan menyelesaikan program di Australia dan di Indonesia.

Model pembelajaran dwi-negara baru pertama kalinya diselenggarakan untuk kualifikasi Graduate Certificate (Kualifikasi Australia Level 8) yang disiapkan melalui kursus singkat oleh Australia Award.
Program diberikan melalui studi awal selama dua bulan di UniSA, yang diiikuti dengan lima bulan praktek kerja individual yang signifikan di kementerian masing-masing di mana peserta studi dapat mengaplikasikan dan mengintegrasikan pembelajaran dan keahlian baru mereka.

Peserta kemudian kembali ke UniSA untuk menyelesaikan masa studi dua bulan berdasarkan pengalaman kerja masing-masing, di mana mereka menyelesaikan dan mempresentasikan hasil proyek mereka.

“Program ini mencakup area-area inti seperti bagaimana memahami hal-hal mendasar terkait Big Data, statistic dan basis data dan gudang data (pusat data?) – dan yang terpenting juga mencakup intelijen bisnis dan factor-faktor analisis yang paling signifikan dalam menilai implikasi data terkait formulasi dan evaluasi kebijakan”.
“Tujuan kami adalah untuk memberikan pembelajaran yang penting dan strategis bagi pelajar dari Indonesia yang akan membantu mereka untuk menjadi professional yang lebih baik dalam bidang kerja yang berkaitan dengan data dan lebih menguasai Perencanaan berdasarkan pembuktian dan pengambilan keputusan dalam area portofolionya.
“Tapi di balik pelatihan kerja ini kami berharap untuk mengembangkan hubungan penting yang sementara berlangsung di antara peserta sebagai rekanan dalam pendidikan dan keahlian di masa depan mereka.”
UniSA akan menyelenggarakan penyambutan resmi bagi peserta dari Indonesia pada ahri Senin 26 Oktober dari jam 2 – 3 sore di Bradley forum City West Campus.

sumber: http://unisa.edu.au