Ujian Nasional Perbaikan Dimulai Hari Ini, 70-Ribu Orang Terdaftar sebagai Peserta

Terbit pada .

kemdikbudBojongsari Depok, Kemendikbud --- Ujian Nasional Perbaikan (UNP) untuk lulusan SMA dan sederajat tahun pelajaran 2014/2015 dimulai hari ini, Senin, (22/2/2016). Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, Nizam mengatakan, jumlah peserta UNP yang terdaftar mencapai sekitar 70-ribu orang. Dari jumlah itu, ada peserta yang mendaftarkan dirinya sendiri, ada juga yang didaftarkan oleh sekolahnya.

Ujian Nasional Perbaikan Fasilitasi Siswa Perbaiki Nilai UN

Terbit pada .

3Jakarta, Kemendikbud --- Tahun 2016 menjadi tahun pertama bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam menyelenggarakan ujian nasional perbaikan (UNP). Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, Kemendikbud ingin memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh siswa yang menjadi peserta UN tahun 2015. UNP diselenggarakan untuk memfasilitasi siswa yang ketika menjalani ujian nasional tahun lalu menghadapi masalah yang tidak terduga, sehingga nilai yang diperoleh tidak memenuhi standar kompetensi lulusan (SKL).

Sinergikan Pendayagunaan TIK, Kemendikbud Gelar Rakor

Terbit pada .

370833bc8881941Tangsel, Kemendikbud --- Sebagai upaya untuk menyinergikan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidikan dan kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar rapat koordinasi (rakor). Rakor ini mengundang perwakilan dari Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi (Baltekkom) dan penanggung jawab TIK dari 34 provinsi di Indonesia.

Tahun Ini, UN Berbasis Komputer Akan Diselenggarakan di 4.468 Sekolah

Terbit pada .

1Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan mengungkapkan, tahun ini akan lebih banyak lagi sekolah yang menggunakan komputer dalam pelaksanaan ujian nasional. Jika tahun lalu, baru sebanyak 500-an sekolah percontohan pelaksana ujian nasional berbasis komputer (UNBK), tahun ini sebanyak 4.468 sekolah yang akan menggelar ujian nasional dengan komputer tersebut. Jumlah tersebut kemungkinan bertambah mengingat ada 120 sekolah yang masih dalam proses klarifikasi.