Seminar Nasional Pendidikan dan Kebudayaan


Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional dan HUT ke-50 ASEAN, Balitbang Kemendikbud bersama dengan ACDP akan mengadakan Seminar Nasional Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 23 Mei 2017 dengan 3 tema, yaitu "Menyiapkan Guru dalam Menghantarkan Siswa Indonesia Menyongsong Tantangan Global Abad 21", "Membumikan Nilai-Nilai Peradaban Masa Lalu sebagai Modal Identitas Bangsa dalam Menghadapi Tantangan Global", dan "Reformasi Kurikulum dan Penilaian untuk Membangun Kompetensi Abad Ke-21"

Lebih lanjut

Pengantar


Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei dan menjadi saat dimana seluruh pelaku dan pegiat di bidang pendidikan melakukan refleksi terhadap perjalanan pendidikan nasional; perkembangan, pencapaian maupun tantangan dan keterbatasan yang perlu dikelola, demi mencapai aspirasi utama menumbuhkan generasi bangsa yang berakal dan berbudi, yang melalui visi 2015-2019 dituangkan dalam konsensus untuk membentuk insan serta ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan berlandaskan gotong royong.

Tanggal 2 Mei menjadi awal bagi peringatan Pendidikan Nasional yang akan dilakukan sepanjang bulan Mei. Peringatan di tahun 2017 ini kembali melibatkan seluruh pejabat dan unsur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dimana Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan secara khusus melahirkan inisiatif dan mengemban mandat untuk mendemonstrasikan hasil-hasil penelitian di bidang pendidikan dan kebudayaan kepada publiknya, yaitu para pemangku kepentingan terkait.

Seminar hasil-hasil penelitian pendidikan dan kebudayaan ini juga bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ASEAN ke-50, sehingga perlu menekankan relevansi pendidikan dalam membentuk generasi muda Indonesia yang siap dalam menghadapi tantangan sosial-ekonomi global.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan sebagai unit strategis di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - yang menyediakan berbagai informasi dan rekomendasi dari hasil kajian berbasis studi empirik untuk membekali proses perumusan kebijakan publik - berkesempatan untuk menginformasikan berbagai hasil penelitian terkait semangat Hari Pendidikan Nasional dan Ulang Tahun ASEAN ke-50, agar dapat diketahui dan dimanfaatkan secara lebih luas oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Seminar ini diharapkan dapat membangun diskursus yang lebih besar dan merumuskan fokus agenda kebijakan yang lebih baik dalam mendorong isu-isu prioritas terkait pendidikan dan kesiapan Indonesia dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Seperti diketahui, proses pengambilan keputusan atau perumusan kebijakan dapat dan perlu mengacu pada setidaknya 3 jenis dasar referensi atau pengetahuan; yaitu informasi yang diperoleh dari kegiatan riset empirik, dari pengalaman implementasi atau kerja di lapangan, dan dari referensi umum atau masukan publik. Proses pengambilan keputusan atau perumusan kebijakan yang berbasis pada pengetahuan dan informasi yang komprehensif dan matang inilah yang sedianya perlu dikembangkan dan dibudayakan agar hasilnya sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan publik atau penerima manfaat.

Seminar ini akan menjadi wadah dimana seluruh pihak terkait dapat bertemu, bertukar gagasan dan membangun diskursus menuju pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan yang lebih baik. Para pejabat dan staf Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat berbagi ide segar, mengujinya, membuka diri bagi masukan dan sebaliknya menunjukkan dukungan terhadap berbagai kesempatan bagi kemajuan kualitas pembangunan sektor pendidikan dan kebudayaan.

Kegiatan ini akan menjadi kali pertama presentasi studi secara komprehensif oleh tim pusat-pusat di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan, yang berkolaborasi dengan Kemitraan Analisis dan Peningkatan Kapasitas Pendidikan atau Education Sector Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP).

Formulir Pendaftaran

Formulir


Bahan-Bahan


klik di sini